press enter to search

Minggu, 01/11/2020 04:59 WIB

Dokter di Riau Meninggal karena Virus Corona

Dahlia | Kamis, 24/09/2020 20:43 WIB
Dokter di Riau Meninggal karena Virus Corona Foto: ilustrasi

Jakarta (aksi.id)  - Satu lagi dokter gugur karena virus Corona Covid-19. Dokter Jhon Andi Zainal (46) meninggal dunia di RSUD Arifin Achmad Kota Pekanbaru, Kamis (24/9/2020).

"Tentunya segala dedikasi dokter Jhon Andi Zainal merupakan suatu yang bisa kita kenang selama-lamanya, dan bisa jadi amal bagi almarhum. Insha Allah, beliau syahid, dan diterima di sisi paling terbaik, di sisi Allah SWT," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir saat doa pelapasan jenazah di halaman parkir RSUD Arifin Achmad, dilansir ANTARA.

Puluhan pelayat yang terdiri dari dokter, perawat, tenaga kesehatan dari Pekanbaru, Kampar, dan pihak keluarga sempat melakukan shalat jenazah di halaman parkir RSUD Arifin Achmad.

Di antara pelayat juga hadir Kepala Dinas Kesehatan Riau Mimi Yuliani Nazir, Kepala Dinas Kesehatan Kampar Dedi Sambudi, dan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Riau dr Zul Asdi Sp.B.

Mimi mengatakan, sudah ada tiga orang tenaga kesehatan (Nakes) di Riau yang wafat akibat terpapar Covid-19.

Sebelum kematian dr Jhon Andi Zainal, sudah ada seorang dokter di Kampar dan perawat di Dumai yang lebih dulu meninggal dunia.

Menurut dia, ada 250 kasus Covid-19 yang merupakan Nakes dan non-Nakes, yang bertugas di fasilitas kesehatan di Riau.

Ia berharap masyarakat bisa lebih sadar akan bahaya Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan, dan seluruh Nakes juga dalam bertugas harus disiplin menggunakan alat pelindung diri.

Direktur RSUD Arifin Achmad, dr Nuzelly Husnedi MARS, almarhum meninggal pada pukul 14.45 WIB pada usia 46 tahun.

Almarhum adalah dokter yang mengabdi pada Puskesmas di Airtiris, Kabupaten Kampar.

"Almarhum sudah lima hari dirawat di sini, sebelumnya dirujuk dari RSUD Bangkinang, Kampar. Almarhum kondisinya sudah berat karena ada penyakit bawaan diabetes," kata dr Nuzelly.

Kepala Dinas Kesehatan Kampar Dedi Sambudi mengatakan, almarhum adalah salah satu dokter terbaik di Kampar yang bertugas dalam penanganan pandemi.

Almarhum meninggalkan seorang isteri dan tujuh orang anak. Jenazah almarhum dimakamkan dengan protokol kesehatan di pemakaman keluarga di kampung halamannya di Kampar. (lia/sumber:suara.com)