press enter to search

Jum'at, 30/10/2020 03:38 WIB

Hari Pertama Beroperasi, Kereta Kertapati-Lubuk Linggau Angkut 30 Penumpang

Dahlia | Jum'at, 25/09/2020 12:37 WIB
Hari Pertama Beroperasi, Kereta Kertapati-Lubuk Linggau Angkut 30 Penumpang Foto: ilustrasi

PALEMBANG (aksi.id) – Pihak PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre III Palembang mengoperasikan kembali perjalanan Rute Kertapati – Lubuk Linggau (PP) pada Kamus (24/9/2020) setelah sempat berhenti sejak 1 April 2020 untuk memutus penyebaran Covid-19.

Dalam perjalanan hari pertama beroperasi, dari 371 duduk yang disediakan hanya terisi 30 kursi saja.

Kepala Divisi Regional III Palembang, Tamsil Nurhamedi melalui Manager Humas PT KAI Divre III Palembang Aida Suryanti menyampaikan, beroperasinya KA Serelo ini dalam rangka menyambut HUT KA ke 75 tahun tanggal 28 September nanti.

Ia menjelaskan, penumpang yang akan berpergian wajib mengikuti protokol kesehatan, dengan mengikuti syarat dan ketentuan bagi calon penumpang, yaitu dalam kondisi sehat, wajib menggunakan masker, suhu tubuh tidak melebihi 37 derajat celcius.

Serta menunjukkan surat bebas Covid-19 melalui hasil rapid test atau PCR.
 
“Kami juga menyediakan face shield gratis kepada penumpang. Lalu, untuk memudahkan penumpang dalam pemeriksaan dan Surat bebas Covid-19″ ujarnya.

Selain itu, pihanya juga menyediakan pelayanan rapid test dengan membayar Rp 85 ribu di beberapa stasiun seperti Kertapati, Prabumulih, Muara Enim, Lahat, Tebing Tinggi dan Lubuklinggau.

Penumpang yang memiliki tiket, kata Aida, akan mendapatkan Faceshield dari PT KAI, sedangkan bagi penumpang infant (anak dibawah 3 tahun) tidak disediakan dan diharapkan dapat menyediakan sendiri.

Ia juga mengingatkan, masyarakat yang hendak menggunakan kereta api untuk melakukan rapid test paling tidak 1 hari sebelum keberangkatan kereta api, untuk menghindari penumpukan penumpang.

“Penumpang juga dimohon datang ke stasiun kereta api lebih awal minimal 60 menit sebelum keberangkatan agar tetap nyaman dan aman serta protokol jaga jarak dapat berjalan dengan baik di stasiun,” katanya.

Dijelaskannya, pemesanan tiket dijual H-7 keberangkatan, para penumpang dapat melakukan pemesanan tiket yang dijual H-7 keberangkatan.

Sementara itu, okupansi penumpang akan dibatasi mengingat tempat duduk penumpang akan diatur berdasarkan protokol kesehatan yakni menjaga jarak.

“Okupansi penumpang akan dibatasi menjadi 70% dari tiket yang dijual dan penempatan tempat duduk akan diatur berdasarkan system dalam pemesanan tiket serta berlaku jaga jarak,” ujarnya.

Bagi masyarakat yang ingin memesanan tiket secara online dapat dilakukan melalui aplikasi KAI Access, website kai.id, dan mitra resmi penjualan tiket KAI lainnya.

Sementara itu, untuk penjualan tiket melalui loket stasiun hanya melayani tiket go show atau dilayani 3 jam sebelum jadwal keberangkatan KA. (dan/pikiran-rakyat/foto: ilustrasi)