press enter to search

Rabu, 28/10/2020 00:26 WIB

Anies Klaim PSBB Sukses Tekan Pertambahan Kasus Corona di Jakarta

Dahlia | Sabtu, 26/09/2020 20:03 WIB
Anies Klaim PSBB Sukses Tekan Pertambahan Kasus Corona di Jakarta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (foto:ist)

JAKARTA (aksi.id)  - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara ketat untuk kedua kali berhasil menekan pertambahan kasus positif virus corona (Covid-19). Kebijakan menarik rem darurat itu mulai diberlakukan sejak 14 September 2020.

Data Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Sabtu (26/9/2020) menyebutkan, pertambahan kasus aktif Covid-19 pada 30 Agustus hingga 11 September 2020 (sebelum PSBB ketat) 49 persen. Pada 30 Agustus, ada kasus aktif 7.960 dan 11 September 2020 mencapai 11.824 atau bertambah 3.864.

Kemudian kasus aktif di Jakarta pada 23 September 2020 atau dalam 12 hari, tercatat 13.277 dan mengalami peningkatan 1.453 atau 12 persen. "Pelandaian grafik kasus aktif bukanlah tujuan akhir. Kita masih harus bekerja bersama memutus rantai penularan," kata Anies di Jakarta, Sabtu.

Dia memaparkan, pelambatan tersebut belum tuntas karena kasus aktif masih rentan kembali melonjak. Pengetatan PSBB, menurut Anies, perlu terus dijalankan lebih lama dengan penegakan protokol kesehatan, yakni 3M (Memakai masker, Menjaga jarak dan Mencuci tangan) yang semakin kuat.

Untuk kasus positif secara total pada 30 Agustus 2020 tercatat 39.280, bertambah 13.041 (33 persen) dalam 12 hari atau sebesar 52.321 kasus pada 11 September 2020. Dalam 12 hari kemudian, pertambahan mencapai 14.184 (27 persen) dan pada 23 September 2020 tercatat 66.505 kasus.

Untuk pasien sembuh pada 30 Agustus 2020 tercatat 30.134 orang, bertambah 8.981 (30 persen) dalam 12 hari dan pada 11 September 2020 jumlahnya 39.115 pasien. Dalam 12 hari kemudian pada 23 September 2020, pasien sembuh menjadi 51.578 pasien atau meningkat 12.463 pasien (32 persen).

Sementara pasien meninggal dunia pada 30 Agustus 2020 sebanyak 1.186 kasus, bertambah 196 kasus (17 persen) dalam 12 hari. Pada 11 September 2020 tercatat 1.382 kasus meninggal dan 12 hari berikutnya, pada 23 September 2020, kasus meninggal 1.650 kasus atau meningkat 268 (19 persen).

Anies telah memperpanjang kembali PSBB di Jakarta hingga 11 Oktober 2020. Perpanjangan selama dua pekan itu dilakukan karena masih berpotensi terjadinya kenaikan angka kasus positif Covid-19 jika pelonggaran diberlakukan.

Berdasarkan pemantauan dan evaluasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi DKI Jakarta dan juga tertuang dalam Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 959 Tahun 2020, perlu dilakukan perpanjangan pembatasan selama 14 hari berikutnya jika kasus belum menurun secara signifikan.

"Menko Kemaritiman dan Investasi juga menyetujui perpanjangan otomatis PSBB DKI Jakarta selama dua pekan," kata Anies. (lia/sumber:inews)