press enter to search

Rabu, 28/10/2020 00:39 WIB

Belasan Kali Beraksi, Komplotan Becak Hantu di Medan Digulung

Redaksi | Selasa, 29/09/2020 13:28 WIB
Belasan Kali Beraksi, Komplotan Becak Hantu di Medan Digulung Ilustrasi.
MEDAN (Aksi.id) - Komplotan pelaku pencurian yang dikenal dengan `becak hantu` di Medan digulung petugas kepolisian. Enam orang ditangkap, tiga di antaranya perempuan.

Komplotan ini biasa beraksi menggunakan becak barang bermotor. Mereka mencari mangsa sambil berpura-pura mencari barang bekas atau makanan ternak babi.

Tiga laki-laki orang yang ditangkap yakni: Irwansyah Putra (31), warga Jalan Karya Gang Kartini, Medan; ATSP alias Toni (17), warga Jalan Elang Ujung II, Tegal Sari Mandala II, Medan; dan Aprianto alias Lulu (21), warga Pasar I Tambak Rejo Percut Sei Tuan, Deli Serdang. Irwansyah dan Aprianto yang merupakan residivis kasus yang sama ditembak petugas karena melakukan perlawanan.

Sementara 3 perempuan dalam kawanan ini masing-masing Lena Boru Samosir (40), warga Jalan Asrama Kodam, Sunggal; serta Helen Boru Pasaribu (28) dan Marlina Ida Boru Pasaribu (19), warga Jalan Elang II, Tegal Sari Mandala II, Medan Denai, Medan.

Komplotan ini diburu petugas setelah banyak laporan dari para korban dan beberapa aksinya terekam kamera pengawas (CCTV). Mereka sekurangnya telah 17 kali beraksi, seperti di Laut Dendang, Tembung, Denai, Perumnas Mandala, dan Amplas, Padang Bulan. Mereka mengambil sepeda motor, becak, hingga barang berharga lainnya.

Kanit Jahntaras Polrestabes Medan, Iptu Yunnan Syahputra mengatakan, para pelaku ditangkap terpisah. Awalnya mereka menangkap Irwansyah dan Marlina setelah melakukan pencurian di salah satu kampus di Jalan Djamin Ginting pada Sabtu (26/9) dinihari. "Pelaku diduga masuk ke dalam kampus dengan cara merusak gembok pagar, lalu mengambil dua buah baterai genset senilai Rp3,6 juta," ungkapnya, Selasa (29/9).

Penjaga malam yang menyadari pencurian itu melapor ke Polrestabes Medan. Petugas langsung memburu pelaku. Mereka mendapati pasangan itu melintas di Jalan Sidorukun. Keduanya tidak dapat mengelak setelah di atas becak mereka ditemukan 2 baterai yang dicuri. Petugas juga menemukan 1 unit meteran air, 1 tabung gas 3 kg, 1 tang potong, 1 pisau cutter, 2 kunci ring, dan dua obeng.

"Keduanya langsung ditahan untuk proses hukum lebih lanjut," tandasnya.

Penangkapan komplotan becak hantu ini berlanjut. Petugas menangkap 4 orang lainnya di sejumlah lokasi. Empat orang yang ditangkap yakni ATSP, Aprianto, Helen, dan Lena. Keempat orang ini biasa menargetkan pencurian sepeda motor hingga becak dengan cara membobol pagar atau pintu rumah korban.

"Tersangka Lulu (Aprianto) ditangkap di sekitar rumahnya, sedangkan tiga tersangka lainnya, diringkus di Pasar 8 Helvetia. Terhadap tersangka Lulu ditembak karena melawan saat pengembangan," jelas Yunan.

Dari keempat tersangka ini diamankan barang bukti berupa 2 unit kunci letter Y, 2 unit kunci letter L, 6 unit anak kunci T, 1 magnet kunci, 4 unit handphone, 1 gunting potong, 2 jaket merah dan biru, 1 unit rice cooker dan rekaman CCTV.

Polisi masih memburu anggota komplotan becak hantu lainnya. "Lima rekan tersangka lainnya masih dalam pengejaran kita," tutup Yunan. [lia]

Komplotan pelaku pencurian yang dikenal dengan `becak hantu` di Medan digulung petugas kepolisian. Enam orang ditangkap, tiga di antaranya perempuan.

Komplotan ini biasa beraksi menggunakan becak barang bermotor. Mereka mencari mangsa sambil berpura-pura mencari barang bekas atau makanan ternak babi.

Tiga laki-laki orang yang ditangkap yakni: Irwansyah Putra (31), warga Jalan Karya Gang Kartini, Medan; ATSP alias Toni (17), warga Jalan Elang Ujung II, Tegal Sari Mandala II, Medan; dan Aprianto alias Lulu (21), warga Pasar I Tambak Rejo Percut Sei Tuan, Deli Serdang.
Irwansyah dan Aprianto yang merupakan residivis kasus yang sama ditembak petugas karena melakukan perlawanan.

Sementara 3 perempuan dalam kawanan ini masing-masing Lena Boru Samosir (40), warga Jalan Asrama Kodam, Sunggal; serta Helen Boru Pasaribu (28) dan Marlina Ida Boru Pasaribu (19), warga Jalan Elang II, Tegal Sari Mandala II, Medan Denai, Medan.

Komplotan ini diburu petugas setelah banyak laporan dari para korban dan beberapa aksinya terekam kamera pengawas (CCTV). Mereka sekurangnya telah 17 kali beraksi, seperti di Laut Dendang, Tembung, Denai, Perumnas Mandala, dan Amplas, Padang Bulan. Mereka mengambil sepeda motor, becak, hingga barang berharga lainnya.

Kanit Jahntaras Polrestabes Medan, Iptu Yunnan Syahputra mengatakan, para pelaku ditangkap terpisah. Awalnya mereka menangkap Irwansyah dan Marlina setelah melakukan pencurian di salah satu kampus di Jalan Djamin Ginting pada Sabtu (26/9) dinihari.

"Pelaku diduga masuk ke dalam kampus dengan cara merusak gembok pagar, lalu mengambil dua buah baterai genset senilai Rp3,6 juta," ungkapnya, Selasa (29/9).

Penjaga malam yang menyadari pencurian itu melapor ke Polrestabes Medan. Petugas langsung memburu pelaku. Mereka mendapati pasangan itu melintas di Jalan Sidorukun.

Keduanya tidak dapat mengelak setelah di atas becak mereka ditemukan 2 baterai yang dicuri. Petugas juga menemukan 1 unit meteran air, 1 tabung gas 3 kg, 1 tang potong, 1 pisau cutter, 2 kunci ring, dan dua obeng.

"Keduanya langsung ditahan untuk proses hukum lebih lanjut," tandasnya.

Penangkapan komplotan becak hantu ini berlanjut. Petugas menangkap 4 orang lainnya di sejumlah lokasi. Empat orang yang ditangkap yakni ATSP, Aprianto, Helen, dan Lena. Keempat orang ini biasa menargetkan pencurian sepeda motor hingga becak dengan cara membobol pagar atau pintu rumah korban.

"Tersangka Lulu (Aprianto) ditangkap di sekitar rumahnya, sedangkan tiga tersangka lainnya, diringkus di Pasar 8 Helvetia. Terhadap tersangka Lulu ditembak karena melawan saat pengembangan," jelas Yunan.

Dari keempat tersangka ini diamankan barang bukti berupa 2 unit kunci letter Y, 2 unit kunci letter L, 6 unit anak kunci T, 1 magnet kunci, 4 unit handphone, 1 gunting potong, 2 jaket merah dan biru, 1 unit rice cooker dan rekaman CCTV.

Polisi masih memburu anggota komplotan becak hantu lainnya. "Lima rekan tersangka lainnya masih dalam pengejaran kita," tutup Yunan. (ds/sumber Merdeka.com)