press enter to search

Rabu, 28/10/2020 00:34 WIB

Nxivm: Jadi Penyandang Dana `Sekte Budak Seks`, Pewaris Kekayaan Perusahaan Miras Dipenjara

Redaksi | Kamis, 01/10/2020 21:27 WIB
Nxivm: Jadi Penyandang Dana `Sekte Budak Seks`, Pewaris Kekayaan Perusahaan Miras Dipenjara Clare Bronfman menyatakan penyesalannya atas peran di sekte ini.

JAKARTA (Aksi.id) - Seorang ahli waris perusahaan minumas keras di Amerika Serikat, Clare Bronfman, dijatuhi hukuman penjara selama enam tahun dan sembilan bulan atas perannya dalam sekte perbudakan seks `Nxivm`.

Brofman, ahli waris kekayaan perusahaan miras Seagram sekaligus penyandang dana bagi pemimpin Nxivm, Keith Raniere, mengaku bersalah pada April 2019 karena menampung sejumlah migran untuk "diperkerjakan dan melayani" tanpa upah.

Dia juga mengakui telah melakukan penipuan kartu kredit.

Dia sudah dibawa ke tahanan untuk menjalani hukuman penjara setelah vonis dibacakan di Pengadilan Brooklyn, New York.

Dalam keterangan tertulis kepada pengadilan akhir bulan lalu, Bronfman mengatakan dia "tidak pernah bermaksud untuk menyakiti siapa pun, tapi bagaimana pun saya melakukannya, dan atas hal tersebut saya sangat menyesal".

Namun, dia mengatakan Nxivm telah "mengubah hidup saya menjadi lebih baik" dan dia tidak akan mengkhianati pemimpin sekte tersebut, Raniere.

Apa itu Nxivm?
Nxivm - dibaca "Nexium" - berdiri pada 1998 dan telah bekerja dengan lebih dari 16.000 orang di berbagai kota besar di AS, Kanada, Meksiko, dan Amerika Tengah.

Di situsnya, mereka menyebut diri sebagai sebuah "perkumpulan yang mengacu pada prinsip-prinsip kemanusiaan yang berupaya memberdayakan masyarakat dan menjawab pertanyaan-pertanyaan penting mengenai apa makna menjadi manusia".

Kisah sulitnya dua perempuan melaporkan `kasus perkosaan` karena polisi simpulkan kasusnya adalah `seks kasar`
Pemimpin `sekte seks` Nxivm dinyatakan bersalah perbudak perempuan
Enam hal mengejutkan dari `sekte seks` Nxivm

Namun, terlepas dari jargon "bekerja untuk membangun dunia yang lebih baik", Raniere tahun lalu telah divonis bersalah lantaran melaksanakan sistem "budak dan tuan".

Dokumen pengadilan tahun lalu menyebut Nxivm beroperasi seperti sekte.

Jaksa penuntut mengatakan kepada pengadilan bahwa para anggota membentuk sebuah perkumpulan rahasia "budak" yang mengalami pencucian otak dan distempel dengan inisial Raniere. Mereka kemudian dipaksa untuk berhubungan seks dengannya.

Bronfman adalah anggota dewan eksekutif Nxivm, dan telah menyumbang kepada Raniere sebanyak US$10 juta untuk menjalankan kelas intensif pengembangan diri kelompok itu. Dia juga membayar jasa para pengacara ketika kelompok ini menghadapi gugatan.

Penasihat Bronfman berpendapat bahwa kliennya semestinya mendapat hukuman ringan, karena tidak terlibat secara langsung dalam tuduhan paling serius terhadap Nxivm.

Disebutkan pula, Bronfman punya masalah kesehatan yang bisa membuatnya rentan tertular virus corona di dalam penjara.

Namun, jaksa penuntut mengatakan Bronfman tetap akan diberi hukuman berat karena "Raniere tidak akan bisa melakukan kejahatan, jika bukan karena bersekutu dengan orang kuat seperti Bronfman". (ds/sumber BBC Indonesia)

Artikel Terkait :

-