press enter to search

Sabtu, 28/11/2020 12:10 WIB

Perempuan, Ahli Hipnotis, Pengusaha Beromzet Rp44 triliun: Perjuangan Berhenti Merokok yang Berujung pada Perusahaan Hipnoterapi Global

Redaksi | Minggu, 04/10/2020 13:45 WIB
Perempuan, Ahli Hipnotis, Pengusaha Beromzet Rp44 triliun: Perjuangan Berhenti Merokok yang Berujung pada Perusahaan Hipnoterapi Global Grace dan perusahaannya punya klien di banyak negara. MIKAELA GAUER

Aksi.id - Program mingguan BBC bertajuk The Boss menampilkan profil para pemuka bisnis dari seluruh dunia dan pekan ini kita mengangkat kisah ahli hipnotis dari Amerika Serikat, Grace Smith.

Grace Smith mengatakan ia berhasil meninggalkan minuman keras, tetapi berhenti merokok tampaknya tak mungkin dilakukan.

Pada tahun 2011, perempuan berusia 25 tahun ketika itu mempunyai pekerjaan di New York untuk menggalang dana. Pekerjaan yang disebutnya `membebani`.

"Saya tak mempunyai mekanisme mengatasinya secara sehat," ujarnya. "Salah satu cara saya mengatasi segala stres dan kegelisahan adalah dengan berpesta.

"Saya tinggal di kawasan Lower East Side, dan semua teman saya suka pesta - kami benar-benar bekerja keras sepanjang hari, dan kami berpesta sepanjang malam. Itu berdampak buruk bagi saya, secara fisik dan mental."

perempuan, rokok, hipnoterapi, pengusaha

Grace sadar ia harus menjaga kesehatan, jadi ia berhenti berpesta, dan berhenti mabuk.

Namun ia gagal menghentikan kebiasaan sebagai perokok berat, meskipun sudah mencoba menggunakan permen karet dan tambalan nikotin, dan menggunakan metode berhenti tiba-tiba yang menakutkan.

Akhirnya seorang teman menyarankan Grace Smith untuk mencoba hipnosis.

"Saya sangat skeptis," katanya. "Saya tidak tahu apakah itu akan membuat saya fokus dan konsentrasi ... atau sekadar hoaks."

Grace mengaku ia berhasil berhenti merokok setelah satu sesi terapi saja. Dan pengalaman itu menginspirasinya untuk menjadi ahli hipnoterapi.

Tampil di TV Amerika Serikat dan menulis buku

Sekarang Grace menjalankan usahanya Grace Space Hypnosis, yang dikatakan memberikan layanan sesi hipnoterapi secara daring kepada lebih dari 250.000 orang di seluruh dunia, termasuk para petinggi perusahaan yang masuk daftar Fortune 500, atlet dan selebriti.

Perempuan yang kini berusia 34 tahun itu juga sering tampil di televisi Amerika Serikat, dan menulis dua buku hipnosis.

perempuan, rokok, hipnoterapi, pengusaha

Tetapi apa sebenarnya hipnoterapi? Kamus bahasa Inggris Oxford English Dictionary mendefinisikan hipnotisme sebagai "menghasilkan kondisi buatan yang membuat subyek seolah-olah tidur nyenyak, tanpa kekuatan mengubah kondisi fisik maupun mentalnya, kecuali di bawah pengaruh sugesti atau perintah eksternal, yang mana ia patuh tanpa kemauan dan tanpa disadari".

Grace menyebutnya lebih sederhana sebagai "meditasi dengan tujuan".

Para kliennya menggunakan teknik itu untuk banyak tujuan mulai dari menurunkan berat badan hingga menghentikan suatu kebiasaan, mengurangi stres, atau mewujudkan ambisi.

Meskipun sebagian orang menganggap hipnoterapi sebagai praktik kontroversial, penggunaannya didukung oleh banyak organisasi medis.

Lahir dan besar di New Jersey, Grace mengantongi gelar ganda dalam bidang bahasa Inggris, manajemen bisnis dan kajian agama dari Wagner College, New York. Ia lantas melanjutkan pendidikan S2 tentang kajian hak asasi manusia di Columbia University.

perempuan, rokok, hipnoterapi, pengusaha

Untuk menjadi hipnoterapis pada tahun 2011, ia mengikuti kursus selama 250 jam, ketika masih bekerja penuh waktu. Itulah pelatihan yang diperlukan di Amerika Serikat, meskipun persyaratannya berbeda-beda di setiap negara.

Setelah Grace merampungkan pelatihan, ia berhenti dari pekerjaan menggalang dana yang ditekuninya, dan merintis sebagai ahli hipnoterapi profesional dari kantornya yang "kecil" di New York.

Buka sekolah

Untuk menarik klien-klien pertama, ia memasang iklan promosi harga khusus di pasar daring LivingSocial, yang sekarang menjadi bagian dari Groupon.

Menurutnya, ia berhasil menjual 952 sesi dalam waktu 24 jam, dan banyak orang lagi datang berkat penilaian positif dari mulut ke mulut.

Sesi pada tahap awal dilakukan secara tatap muka, tetapi Grace kemudian memindahkan bisnisnya ke online. Sesi terapi dilakukan melalui sambungan video.

Menurutnya, gagasan tersebut datang dari klien korporasi yang ingin tetap mengikuti sesi terapi ketika sedang melakukan perjalanan bisnis.

Dua tahun kemudian, suaminya, Bernardo Feitosa, bergabung dalam perusahaan untuk menangani sisi teknologinya.

Selama tahun-tahun terakhir minat terhadap Grace dan bisnisnya yang sekarang berpusat di Florida itu berkembang pesat, antara lain karena penampilannya di televisi Amerika Serikat.

Ia telah tampil dalam acara bincang-bincang masalah kesehatan The Doctors yang ditayangkan pada siang hari di CBS, dan juga acara The Dr Oz Show di Sony.

perempuan, rokok, hipnoterapi, pengusaha, The Dr Oz ShowGrace tampil di televisi Amerika Serikat, termasuk The Dr Oz Show, yang dibawakan oleh dokter bedah kardiotoraks Mehmet Oz (kanan).
 

Jodi Clarke, pendiri bisnis hipnoterapi Australia, Awaecnan, mengatakan Grace telah bekerja "tanpa lelah untuk menjadikan hipnosis sebagai arus utama".

Sementara itu, Jamie Hacker Hughes, seorang ahli psikolog klinik Inggris, mengatakan Grace dan hipnoterapis lainnya "dapat sangat efektif membantu pasien untuk mengatasi berbagai presentasi", ketika digunakan "sebagai tambahan bagi terapi yang digunakan di psikologi, kedokteran dan kedokteran gigi".

Untuk membantu melatih dan menghasilkan lebih banyak hipnoterapis, pada tahun 2016 Grace membuka sekolahnya sendiri, yang disetujui oleh Asosiasi Terapis dan Konseler Internasional, dan Federasi Hipnosis Internasional.

Sekolah dengan nama Grace Space Hypnotherapy School itu telah melatih lebih dari 85 orang. Digabung dengan perusahaan utama Grace, yang mempekerjakan 40 staf, ia memperkirakan pendapatan tahun ini mencapai US$3 juta atau sekitar Rp44 miliar.

Selama pandemi Covid-19, perusahaan tersebut menyediakan layanan gratis kepada staf medis garis depan di seluruh dunia.

Untuk ke depan, Grace menyatakan ingin terus mengkampanyekan agar hipnoterapi lebih bisa diterima secara luas.

"Ini masih salah dipahami," katanya, dan tak senang dengan pemikiran sebagian orang bahwa hipnoterapi adalah "pengontrolan pemikiran... yang jauh dari faktanya".

"Ketika kita tahu betapa besar dampak positif yang kita hasilkan di dunia ... sementara ada orang yang meremehkan pekerjaan kita dengan cara yang sembrono maka itu menyakitkan dan membuat frustasi," kata ibu dari dua anak itu. (ny/Sumber: BBCIndonesia)