press enter to search

Sabtu, 05/12/2020 07:13 WIB

Setelah Bupati Meninggal, Seluruh ASN Bangka Tengah Ikut Rapid dan Swab Test Massal

Redaksi | Senin, 05/10/2020 14:14 WIB
Setelah Bupati Meninggal, Seluruh ASN Bangka Tengah Ikut Rapid dan Swab Test Massal ASN Pemkab Bangka Tengah ikut rapid test massal.

BABEL (Aksi.id) - Seluruh aparatur sipil negara (ASN) di Pemkab Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengikuti rapid test secara masal untuk memastikan mereka apakah terpapar virus Covid-19 atau tidak.

"Rapid test secara serentak ini digelar karena terdapat beberapa orang ASN di Pemkab Bangka Tengah yang positif terpapar virus corona," kata Kabid Penanggulangan Bencana Pemkab Bangka Tengah Yudi Sabhara di Koba, Senin (5/10) seperti dilansir Antara.

Rapid test dan tes swab digelar oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Tengah untuk mengantisipasi penyebaran virus di kalangan pegawai.

"Uji swab dan rapid test ini diwajibkan diikuti seluruh ASN dan digelar selama beberapa hari ke depan," ujarnya.

Ia juga mengatakan, kegiatan rapid test dan uji swab masal dilakukan untuk mendeteksi mereka yang pernah kontak langsung dengan Bupati Bangka Tengah Ibnu Saleh yang meninggal dunia akibat terserang virus corona jenis baru itu.

"Rapid test dan swab test juga digelar serentak pada seluruh puskesmas di setiap kecamatan untuk mengakomodasi pegawai yang bertugas di wilayah kecamatan," ujarnya.

Ia menyatakan, bagi ASN yang belum sempat mengikuti rapid test dan swab test, maka diwajibkan mengkuti pada Selasa (5/10).

"Selain ASN, kami juga melayani rapid test dan swab bagi kalangan umum dan juga para insan pers," ujarnya.

Sebelumnya, Bupati Bangka Tengah Ibnu Saleh wafat pada hari Minggu sekitar pukul 03.17 WIB di RSBT Kota Pangkalpinang, dan dinyatakan positif Covid-19.

Kabar duka itu disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Bangka Tengah, Yuliyanto, Minggu pagi.

Ia mengatakan, Ibnu Saleh merupakan calon bupati petahana yang kembali maju dalam Pilkada 2020, mengalami sakit pada 27 September 2020 dan setelah dilakukan uji swab, almarhum dinyatakan positif terpapar virus corona.

"Sempat dinyatakan negatif setelah tiga kali swab, namun swab ke empat dinyatakan positif," ujarnya.

Kondisinya sudah sempat membaik, namun pada Sabtu (3/10) sekitar pukul 10.00 WIB kesehatannya kembali menurun dan semakin memburuk, hingga menghembuskan napas terakhir. (ds/sumber Merdeka.com)