press enter to search

Kamis, 28/01/2021 01:39 WIB

Armenia-Azerbaijan Saling Serang Setelah Setuju Gencatan Senjata

Dahlia | Sabtu, 10/10/2020 18:45 WIB
Armenia-Azerbaijan Saling Serang Setelah Setuju Gencatan Senjata Ilustrasi. Perang sengit terjadi sejak dua pekan terakhir antara Armenia dan Azerbaijan. (AP/Karo Sahakyan)

Jakarta (aksi.id) - Pasukan Armenia-Azerbaijan saling tuding melakukan pengeboman di wilayah sipil pada Sabtu (10/10) pagi, menjelang gencatan senjata untuk mengakhiri pertempuran sengit selama hampir dua minggu atas sengketa wilayah Nagorno-Karabakh.

Ombudsman wilayah itu, Artak Beglaryan, mengatakan Azerbaijan telah menembakkan rudal ke daerah sipil di Stepanakert, dalam beberapa waktu terakhir selalu jadi sasaran roket dan artileri.

"Baku menggunakan gaya #WarCrimes yang sama pada saat-saat terakhir," kata Artak Beglaryan di Twitter. Ia menambahkan belum ada informasi tentang korban akibat serangan ini.

Jurnalis AFP di lokasi melaporkan mendengar dua ledakan di pagi hari, setelah Armenia dan Azerbaijan menyetujui gencatan senjata mulai Sabtu siang.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Azerbaijan mengatakan pasukan Armenia menembaki wilayah sipil negaranya.

"Angkatan bersenjata Armenia secara intensif menembaki daerah-daerah berpenduduk di distrik Geranboy, Terter, Agdam, Agjaberdi, dan Fizuli. Azerbaijan melakukan tindakan balasan," kata Kementerian Pertahanan dalam pernyataan.

Armenia dan Azerbaijan menyetujui gencatan senjata pada Sabtu dini hari, setelah dialog selama 11 jam yang dimediasi oleh Rusia di Moskow.

Pertempuran sengit di wilayah Kaukasus itu telah merenggut ratusan nyawa, memaksa ribuan orang mengungsi, dan menimbulkan ketakutan akan perang besar-besaran yang dapat menyedot kekuatan regional Turki dan Rusia.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan kedua pihak telah sepakat untuk memulai "perundingan substantif" untuk mengakhiri konflik atas Karabakh, daerah kantong etnis Armenia yang memisahkan diri dari Azerbaijan selama perang tahun 1990-an yang menewaskan sekitar 30 ribu jiwa. (lia/sumber:cnnindonesia)