press enter to search

Rabu, 21/10/2020 05:42 WIB

Anak Pramono Anung Bertekad Bangun Kediri dengan Kecerdasan Buatan

Redaksi | Senin, 12/10/2020 14:46 WIB
Anak Pramono Anung Bertekad Bangun Kediri dengan Kecerdasan Buatan Putra Pramono Anung, Hanindhito Pramono bertekad mengoptimalkan artificial inteligence di sektor pertanian hingga pendidikan jika memenangkan Pilkada Kediri 2020.

KEDIRI (Aksi.id) - Calon bupati Kediri yang juga putra dari Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, yakni Hanindhito Himawan Pramono bertekad mengoptimalkan kecerdasan buatan atau artificial inteligence jika menang Pilkada 2020 melawan kotak kosong.

Dalam dokumen visi misinya, artificial inteligence akan dioptimalkan Hanindhito di berbagai sektor. Dari mulai pertanian hingga pendidikan.

"Peningkatan investasi dan daya saing produk unggulan berbasis sumber daya lokal dan penggunaan teknologi informasi dan pemanfaatan artificial intelligence (AI)," demikian tertulis di poin j pembangunan sektor ekonomi visi misi Hanindhito.

Dalam poin e, Hanindhito akan mengembangkan smart-pertanian melalui pemanfaatan inovasi teknologi. Kemudian, memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mengentas kemiskinan dan membuka lapangan kerja di Kabupaten Kediri.

"Peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, produktivitas, dan daya saing ketenagakerjaan, perluasan kesempatan kerja serta pengentasan kemiskinan dengan penggunaan teknologi informasi dan pemanfaatan artificial intelligence," demikian dikutip dari program prioritas pembangunan SDM.

Secara umum, prioritas Dhito-Dewi untuk pembangunan ekonomi kabupaten Kediri yakni, membangun ekonomi kerakyatan melalui peningkatan pertanian, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Koperasi, dan pariwisata.

Di Pilkada Kabupaten Kediri 2020, Hanindhito berpasangan dengan Dewi Mariya Ulfa. Mereka diusung oleh sembilan partai politik pemilik kursi DPRD Kediri.

Partai politik pengusung mereka yakni PDI Perjuangan, Partai Kebangkitan Bangsa, Golkar, Partai Amanat Nasional, Demokrat, Nasdem, Partai Keadilan Sejahtera, Gerindra, dan Partai Persatuan Pembangunan dengan total 50 kursi.

Jumlah itu belum ditambah tiga partai pendukung non parlemen, yakni Hanura, Partai Garuda, dan PSI. Dengan demikian, Hanindhito-Dewi bakal melawan kotak kosong. (ds/sumber CNNIndonesia.com)