press enter to search

Jum'at, 30/10/2020 03:23 WIB

Bandara Soekarno-Hatta Persiapkan Audit COVID-19 Airport Rating oleh Skytrax dan Airport Healthy Accreditation oleh ACI

Redaksi | Rabu, 14/10/2020 20:34 WIB
Bandara Soekarno-Hatta Persiapkan Audit COVID-19 Airport Rating oleh Skytrax dan Airport Healthy Accreditation oleh ACI “Sebelumnya, Bandara Soekarno-Hatta sudah mendapat Safe Travel Score mencapai 4.09 [dari paling tinggi 5] yang dirilis oleh Safe Travel Barometer, karena telah secara ketat menerapkan protokol pencegahan COVID-19. Skor tersebut membawa Bandara Soekarno-Hatta nomor 1 di Indonesia dan nomor 34 dari 200 bandara di dunia,” ungkap President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaludidn.


TANGERANG (BeritaTrans.com) - Sejalan dengan upaya memenuhi global standard dan global practice, di Bandara Soekarno-Hatta, PT Angkasa Pura II tengah menjalankan sejumlah ketentuan/protokol kesehatan terkait dengan COVID-19 yang dipersyaratkan dalam “COVID-19 Airport Rating” oleh Skytrax dan “Airport Healthy Accreditation” oleh Airport Council International (ACI).

Proses selanjutnya adalah Skytrax dan ACI akan melakukan audit untuk kemudian memberikan rating pemenuhan persyaratan penanganan Covid-19 kepada Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

“Sebelumnya, Bandara Soekarno-Hatta sudah mendapat Safe Travel Score mencapai 4.09 [dari paling tinggi 5] yang dirilis oleh Safe Travel Barometer, karena telah secara ketat menerapkan protokol pencegahan COVID-19. Skor tersebut membawa Bandara Soekarno-Hatta nomor 1 di Indonesia dan nomor 34 dari 200 bandara di dunia,” ungkap President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaludidn.

Global standard dan global practice ini juga akan diterapkan di bandara-bandara lain yang dikelola PT Angkasa Pura II.

Manajemen PT Angkasa Pura II menilai penting bagi stakeholder penerbangan dapat memberikan rasa aman dan nyaman sehingga masyarakat percaya dan tidak ragu untuk datang ke bandara dan naik pesawat.

Dengan demikian, sektor penerbangan nasional dapat optimal berkontribusi dalam mendukung aktivitas masyarakat dan perekonomian Indonesia.

Karena itu, pemenuhan global standard dan global practice menjadi fokus utama bagi perseroan. (awe).