press enter to search

Kamis, 22/10/2020 15:39 WIB

Banjir Garut, Puluhan Perahu Rusak dan Belasan Tenggelam, 9.177 Jiwa Warga Terdampak

Redaksi | Kamis, 15/10/2020 10:12 WIB
Banjir Garut, Puluhan Perahu Rusak dan Belasan Tenggelam, 9.177 Jiwa Warga Terdampak Puluhan perahu nelayan rusak dihantam banjir di Garut.

GARUT (Aksi.id) - Banjir yang menerjang wilayah selatan Garut tidak hanya merusak rumah yang ada di sekitar sungai. Kerusakan pun terjadi pada puluhan kapal nelayan yang tengah disandarkan di Dermaga muara Sungai Cilauteureun, dan belasan lainnya terbawa air lalu tenggelam.

Kepala Rukun Nelayan Santolo, Pudin Marjoko mengatakan, puluhan perahu yang rusak dan hilang itu adalah milik para nelayan yang tak pergi melaut saat kejadian banjir. "Ada 35 perahu rusak saat banjir, 15 diantaranya hilang. Banyak juga yang rusak ringan, tapi bisa tertolong," katanya, Kamis (15/10).

Dia memperkirakan kerugian akibat hal tersebut mencapai Rp500 juta. Besarnya jumlah kerugian dihitung dari harga satu unit perahu beserta mesin dan kelengkapan lebih dari Rp50 juta dikali perahu rusak dan hilang.

"Sekarang perahu-perahu nelayan banyak yang diparkirkan di bibir Pantai Santolo yang biasa digunakan untuk tempat wisata. Nelayan masih khawatir terjadi banjir susulan. Kalau di lokasi itu memang lebih aman lah," ungkapnya.

Salah seorang nelayan, Gun Gun mengaku, ketika banjir terjadi dirinya baru saja pulang melaut. Saat hendak masuk muara untuk menyandarkan perahu, dia melihat aliran air dari sungai cukup deras sehingga memilih tidak masuk ke dermaga.

"Saya saat itu melihat banyak perahu yang terbawa derasnya air sungai. Tinggi air memang lebih tinggi sekitar 1 sampai 2 meter dibanding biasanya. Jadinya saya tidak masuk ke dermaga, tapi langsung saja ke arah pantai yang aman dari banjir. Alhamdulillah perahu saya tidak rusak," terangnya.

Banjir besar, menurutnya memang biasa terjadi setiap 10 tahun sekali. Namun banjir yang terjadi pada Senin (12/10) lalu lebih besar dibanding 10 tahun yang lalu.

Nelayan lainnya, Sula mengaku, dirinya beruntung karena perahunya tidak rusak akibat banjir. Saat kejadian banjir, ia juga mengaku baru pulang melaut. "Melihat air besar di sungai, saya tidak berani masuk muara. Sekarang juga perahu saya diparkir di pantai," ungkapnya.

Untuk memarkirkan perahu di pantai, disebut Sula, memerlukan tenaga ekstra. Bagaimana tidak, perahu harus ditarik di atas pasir agar tidak terbawa ombak. Untuk bisa menaikan satu perahu, setidaknya dibutuhkan tenaga manusia sebanyak 30 orang.

"Perahu memang tidak rusak akibat banjir, tapi tali-tali perahu ada yang rusak. Ya lumayan untuk tali gitu bisa habis sejutaan," tutupnya.

Warga Terdampak

Banjir menerjang Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, juga mengakibatkan 238 kepala keluarga (KK) terdampak.

"Sedangkan total populasi terdampak sekitar 2.779 KK atau 9.177 jiwa," jelas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati melalui keterangan tertulis, Kamis (15/10).

Selain itu, 20 desa yang tersebar di tiga kecamatan di Garut juga terdampak banjir. Tiga kecamatan yang terdampak yakni Kecamatan Pameungpeuk, Cikalet dan Cibalong.

Wilayah desa yang paling banyak terdampak berada di Kecamatan Pameungpeuk. Yakni, Desa Mancagahar, Mandalakasih, Jatimulya, Pameungpeuk, Sinarbakti, Bojongkidul, Paas dan Bojong Kaler.

Sementara desa-desa di wilayah Kecamatan Cikalet yang terdampak yakni Desa Pamalayan, Cikelet, Cigadog, Linggamanik dan Pamalayan. Sedangkan di Kecamatan Cibalong, desa terdampak yaitu Desa Karyamukti, Karyasari, Najaten, Mekarwangi, Mekarsari, Sagara dan Mekarmukti.

Raditya menyebut, hasil penilaian sementara untuk kerugian materiil berupa rumah rusak berat (RB) 136 unit, rumah rusak sedang (RS) 197, rumah rusak ringan (RR) 613 dan 2.180 rumah terendam.

"Kerugian juga menimpa fasilitas publik yakni tempat ibadah RR 25 unit, fasilitas Kesehatan RR 10, fasilitas Pendidikan 12 (masih dikaji tingkat kerusakannya), jembatan RB 18. Di samping itu, kerusakan juga teridentifikasi pada ruas jalan di 12 titik dan TPT 9 titik," terangnya. (ds/sumber Merdeka.com/Liputan6.com)

Artikel Terkait :

-