press enter to search

Kamis, 22/10/2020 16:29 WIB

Pemkot Depok Berharap LRT Melintas di Margonda

Dahlia | Jum'at, 16/10/2020 13:46 WIB
Pemkot Depok Berharap LRT Melintas di Margonda Foto: ilustrasi

DEPOK (aksi.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok berharap Light Rail Transit (LRT) bisa melintas di Kota Depok dan tidak hanya berhenti sampai di Harjamukti, Kecamatan Cimanggis.

Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, Pembangunan Daerah (Bappelitbangda Kota Depok Widyati Riyandani mengatakan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok sudah membuat kajian untuk LRT dan telah berkoordinasi ke Dirjen Perkeretaapian.

“Dishub lebih tahu ya, tetapi pastinya kami berharap LRT bisa melintas di Depok ya. Setidaknya sampai ke Jalan Margonda Raya, Kelurahan Pondok Cina. Tidak hanya berhenti di wilayah Depok juga yakni Harjamukti,” kata Widyati di Depok, Jawa Barat, Kamis (15/10/2020).

Sebagai jantung Kota Depok, maka jika LRT bisa melintas hingga ke Margonda maka akan sangat diapresiasi.

“Kami tidak menuntut harus sampai ke Depok ya tapi akan ideal kalau bisa melintas. Kami harapkan hal tersebut,” tutur Widyati.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok Dadang Wihana tidak menjawab telepon dan pesan singkat yang SP lakukan.

Sebelumnya, pembangunan kereta api ringan (light rail transit/LRT) yang menghubungkan Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi (Jabodebek) telah mencapai 77 persen per September 2020.

“Progres pembangunan kereta api ringan saat ini telah mencapai 77 persen,” kata Corporate Secretary PT Adhi Karya (Persero) Tbk, Parwanto Noegroho, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (14/10/2020).

Dia merinci, progres tiap lintas pelayanan yakni lintas Cawang-Cibubur mencapai 91 persen, lintas Cawang-Kuningan-Dukuh Atas 93 persen, lintas Cawang-Bekasi Timur 87 persen dan pembangunan depo LRT mencapai 24 persen.

“Kami berhasil mempersembahkan dedikasi tinggi melalui inovasi, berupa jalur kereta dengan bentang lengkung terpanjang dan pertama di Indonesia, serta penggunaan struktur U-shaped girder pertama dan terpanjang di Indonesia,” bebernya.

Terkait dengan bentang lengkung terpanjang yang terletak di Kuningan, Jakarta Selatan, tercatat pada Rekor Museum Indonesia (Muri) pada November 2019 lalu untuk rekor jembatan kereta box beton lengkung dengan bentang terpanjang dan radius terkecil di Indonesia.

Rekor lainnya, kata dia, yakni rekor pengujian axial statistic loading test pada pondasi bored pile dengan beban terbesar di Indonesia.

Sementara itu, U-shaped girder atau gelagar berbentuk huruf U merupakan struktur konstruksi yang diadopsi dari Prancis. “Teknologi ini dipilih karena desainnya ramping, sesuai dengan ketersediaan ruang pada kota-kota yang padat, seperti di Jakarta,” imbuhnya.

Selain itu, sambung dia, desain ini memiliki berbagai keunggulan antara lain memiliki kelebihan tahan gempa dan mampu meredam kebisingan. “Struktur tersebut juga menyediakan walkway atau ruang untuk berjalan,” ungkapnya.

LRT Jabodebek juga menggunakan teknologi third rail untuk mendistribusikan pasokan listriknya sehingga tidak ada kabel melintang di atas jalur yang akan menambah estetika dan ramah dengan arsitektur kota Jakarta. Moda transportasi massal ini ditargetkan beroperasi pada Juli 2022 mendatang. (dan/beritasatu)