press enter to search

Selasa, 20/10/2020 07:45 WIB

Longsor Ciganjur, Dinas SDA Jakarta Sebut Konstruksi Turap Perumahan Berbahaya

Redaksi | Jum'at, 16/10/2020 14:08 WIB
Longsor Ciganjur, Dinas SDA Jakarta Sebut Konstruksi Turap Perumahan Berbahaya Longsor di Ciganjur, Jaksel.

JAKARTA (Aksi.id) - Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Juaini Yusuf mengatakan konstruksi turap perumahan yang longsor di Ciganjur, Jaksel cukup membahayakan. Hal itu ditemukan berdasarkan hasil investigasi sementara.

Juaini menilai seharusnya turap dengan ketinggian sekitar 30 meter itu jangan memakai batu kali. Dia mengatakan konstruksi turap menggunakan batu kali dengan ketinggian 30 meter tidak mendukung ketahanan dari longsor.

"Ketika ada curah hujan dan tanah-tanahnya tergerus, otomatis turap itu berpengaruh juga, makanya terjadi longsor," katanya di Jakarta, Jumat (16/10/2020).

Hingga kini, Kali Anak Setu yang berada tepat di bawah perumahan masih tertutup reruntuhan turap. Dinas SDA DKI Jakarta untuk sementara memasang dolken dan menutupnya memakai terpal agar tanahnya tidak kena hujan yang memicu longsor susulan.

"Di bagian atasnya masih sangat rawan. Kalau kami tidak jaga kekuatan tanahnya yang labil tentu sangat membahayakan pekerja yang ada di bawah. Panjang dolken sekitar 30 meter dan tingginya 20-25 meter," ujarnya.

Ia menyarankan kepada pengembang agar memakai sheetpile. Bukan hanya sekedar turap setinggi 30 meter.

"Harus ada sheetpile. Karena bedanya tinggi sekali. Turapnya longsor dan kena pemukiman penduduk," tutur dia.

Sebelumnya DPRD DKI Jakarta akan memanggil pengembang perumahan tersebut bersama dinas terkait soal longsor di Ciganjur. DPRD akan meminta pertanggungjawaban pengembang terhadap korban longsor. (ds/sumber iNews.id)