press enter to search

Kamis, 22/10/2020 16:09 WIB

Sempat Turun di 36 Ribu, Okupansi Penumpang Kapal Pelni Naik 452 Persen pada Kuartal III-2020

Dahlia | Sabtu, 17/10/2020 14:12 WIB
Sempat Turun di 36 Ribu, Okupansi Penumpang Kapal Pelni Naik 452 Persen pada Kuartal III-2020 Foto:istimewa

JAKARTA (aksi.id) – Pihak PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PT Pelni harapkan menjelang akhir tahun 2020 pada kuartal IV adanya pemulihan (recovery) dan kenaikan jumlah penumpang kapal naik dari pada kuartal III setelah sempat anjlok pada kuartal II.

Pelni mencatat ada kenaikan okupansi penumpang kapal penumpang Pelni  sepanjang kuartal III 2020 adalah 452 persen dibandingkan kuartal II 2020.

 
“Triwulan (kuartal) satu, kita sangat bagus dibanding tahun lalu, diatas. Triwulan dua kita merah ya, yang ke tiga recovery,” kata Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni Yahya Kuncoro di Jakarta, Jumat (16/10/2020).

Pada kuartal I ada sebanyak 959.144, pada kuartal II menurun menjadi 36.603 dan kuartal III naik sebanyak 165.562 menjadi 202.164 jiwa.

Penurunan pada kuartal II, dikatakan Yahya karena adanya larangan mudik antara pada bulan April, Mei, Juni dan pihaknya harus menjalankan peraturan sesuai kebijakan pemerintah.

Pihaknya berharap dengan operasional di masa recovery pada kenormalan baru (new normal) ini, yang sudah dijalankan sesuai protokol kesehatan di kuartal IV menjadi lebih bagus dari pada kuartal III. Karena di akhir tahun ini semua kapal akan beroperasi secara normal dan pelabuhan yang tadinya tutup akan mulai dibuka.

Untuk pemulihan okupansi, Yahya mengungkapkan perusahaan menjalankan new normal, dengan ketat menerapkan protokol kesehatan bagi penumpang dan anak buah kapal (ABK).

“Protokol kesehatan layanan kapal penumpang Pelni telah menjalankan pemeriksaan oleh pihak KNKT dan mendapatkan pengakuan yang memenuhi standar KNKT. Karena itu kami siap menjelaskan ini ke pihak Pemda untuk meyakinkan bahwa Kapal Pelni sudah memenuhi standar protokol kesehatan,” ungkap Yahya.

Pelabuhan-pelabuhan yang melakukan penutupan penuh antara lain Provinsi Maluku (Namrole dan Saumlaki); Provinsi Kepulauan Riau (Kijang, Letung, dan Tarempa); Kalimantan Timur (Bontang); Jawa Tengah (Karimun Jawa); dan Provinsi NTT (Lewoleba). Sedangkan pelabuhan yang melakukan penutupan terbatas antara lain Karimun Jawa (Jawa Tengah); serta Kisar, Moa, dan Tepa (Maluku).

Juga terdapat tiga pelabuhan di Papua yang melakukan penutupan penuh (Nabire, Agats, dan Merauke) dan empat pelabuhan dengan penutupan terbatas (Fakfak, Sorong, Serui, Jayapura).

Pelni sebagai Badan Usaha Milik Negara yang bergerak pada bidang transportasi laut hingga saat ini telah mengoperasikan sebanyak 26 kapal penumpang dan menyinggahi 83 pelabuhan serta melayani 1.100 ruas.

Selain angkutan penumpang, Pelni juga melayani 45 trayek kapal perintis yang menjadi sarana aksesibilitas bagi mobilitas penduduk di daerah T3P (Tertinggal, Terpencil, Terdepan, dan Perbatasan) di mana kapal perintis menyinggahi 275 pelabuhan dengan 3.739 ruas.

Perusahaan pelat merah itu juga mengoperasikan sebanyak 20 kapal Rede. Sedangkan pada pelayanan bisnis logistik, kini Pelni mengoperasikan empat kapal barang, delapan kapal tol laut serta satu kapal khusus ternak.(fhm)