press enter to search

Kamis, 22/10/2020 16:00 WIB

Kenapa Para Khalifah Turki Utsmani Tak Berhaji?

Redaksi | Sabtu, 17/10/2020 15:29 WIB
Kenapa Para Khalifah Turki Utsmani Tak Berhaji? Foto: Arabic Post

Aksi.id - ADA satu pertanyaan yang mengganjal terkait pencapaian gilang-gemilang dan pergerakan Kesultana Ottoman atau pemerintahan (Khilafah) Turki Utsmani. Yakni, benarkah para Sultan saat itu tak berhaji?

Khilafah Utsmani berkuasa hampir tujuh abad, tahun 1299-1922 Masehi. Kekuasaan yang ketika itu berpusat di Turki, telah mencapai Hongaria di bagian utara, Somalia di bagian selatan, Aljazair di sebelah barat, dan Irak di sebelah Timur.

Para orientalis mencibir atas kiprah para pemegang kekuasaan Ottoman, mengenai fakta ke-Haji-an yang diyakini benar-benar tak ada di pundak para khalifahnya.

Negara-negara yang menjadi rute perjalanan haji pada 1517 tengah berkecamuk perang. Portugal dan Spanyol menjadi ancaman yang mengintai negara-negara itu.

Dua negara kuat tersebut ketika itu mencari kesempatan kapapun Istanbul ditinggalkan oleh pemimpinnya. Jika tetap ditinggalkan untuk berhaji tentu ini akan sangat berbahaya bagi stabilitas dan keamanan negara.

Ancaman bahaya itu bukan tanpa alasan. Pada tahun yang sama, sejumlah data menyebutkan Portugal telah mengirim pasukan untuk menguasai laut merah, Syam, dan Makkah. Namun rencana itu berhasil digagalkan gubernur Makkah pada waktu itu, yakni Naumay.

Kendati demikian, persoalan ini tetap manjadi perhatian serius para sultan. Mereka mengirimkan wakil-wakil untuk menjadi badal haji. Ini dengan rujukan fatwa para ulama Ottoman yang membolehkan badal haji bagi orang hidup karena satu dan lain hal. (ny/Sumber: Islsmpos.com)