press enter to search

Rabu, 25/11/2020 18:44 WIB

Ini 7 Dampak yang Dirasakan Tubuh Jika Makan Telur Setiap Hari

Redaksi | Senin, 19/10/2020 11:54 WIB
Ini 7 Dampak yang Dirasakan Tubuh Jika Makan Telur Setiap Hari  Ilustrasi Telur dadar (foto.dok)

Aksi.id _ Telur mungkin menjadi salah satu bahan makanan praktis untuk disajikan saat sarapan. Selain praktis, telur juga nikmat dan bergizi.

Sebutir telur mengandung sekitar 6 gram protein yang dapat membuat kita kenyang. Telur bisa diolah menjadi berbagai masakan, mulai dari telur dadar, telur rebus atau telur mata sapi yang begitu sederhana, hingga menjadi pelengkap dengan nasi goreng.

Nah pertanyaannya, apa yang terjadi pada tubuh jika kita mengonsumsi telur setiap hari?

1. Merasa berenergi Telur dapat memberi kita suntikan energi yang sangat dibutuhkan untuk beraktivitas.

Menurut pelatih nutrisi di Innovative Fitness, Sean Allt, telur dapat menjadi sumber energi yang baik karena komposisi nutrisinya.

"Kombinasi protein dan lemak, yang relatif lambat dicerna jika dibandingkan dengan karbohidrat, dalam hubungannya dengan B12 yang dikandung telur, membantu menyediakan cadangan energi yang stabil selama beberapa jam setelah memakannya," jelasnya seperti dilansir Eat This.

2. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Menurut para pakar, telur juga bisa mendukung sistem kekebalan tubuh karena keragaman nutrisi yang dikandungnya. Sehingga, sistem kekebalan tubuh memiliki kemampuan terbaik untuk melawan berbagai penyakit.

Allt menambahkan, telur memiliki konsentrasi vitamin A, D, dan E penting yang semuanya merupakan kunci untuk menjaga fungsi sistem kekebalan tubuh yang baik.

Menurut ahli gizi tersertifikasi dari SuperDuperNutrition.com, Paul Claybrook, telur juga tinggi selenium, antioksidan kuat yang juga berfungsi sebagai penguat kekebalan tubuh.

Selenium memiliki efek anti-peradangan yang dapat mengurangi keterlibatan sistem kekebalan tubuh.

"Kedua sifat antioksidan dan anti-peradangan ini menangani hal-hal yang seharusnya ditangani oleh sistem kekebalan tubuh, sehingga sistem kekebalan tubuh dapat melawan ancaman lain," ungkap Claybrook.

3. Meningkatkan kesehatan kognitif

Beberapa nutrisi dalam telur juga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan otak tetap dalam kondisi prima.

Kandungan kolin yang tinggi, misalnya, sebagai nutrisinyang dibutuhkan untuk struktur dan fungsi otak.

Telur juga mengandung antara 100-500 mg asam lemak omega-3 per telur, tergantung mereknya.

Menurut Claybrook, asam lemak omega-3 penting untuk meningkatkan fungsi otak.

Selain itu, telur juga mengandung 46 persen kebutuhan vitamin B12 harian yang direkomendasikan.

"Asupan B12 yang rendah dapat menyebabkan daya ingat yang buruk, demensia, dan bahkan psikosis," kata Claybrook.

Artinya, makan telur secara rutin juga dapat dapat mendukung kesehatan mental kita.

4. Mengurangi peradangan dalam tubuh

Asam lemak omega-3 tidak hanya dapat menurunkan risiko penyakit jantung, tetapi juga mengurangi peradangan pada tubuh.

Peradangan kronis yang tidak terkendali dapat menyebabkan penyakit jantung, radang sendi, hingga Alzheimer. Namun, Allt mengatakan, meskipun telur mengandung asam lemak omega-3 anti-peradangan, beberapa varietas juga tinggi asam lemak omega-6 yang pro-peradangan.

"Yang lebih penting daripada kandungan omega-3 absolut adalah rasio omega-3 dengan omega-6," katanya.

Untuk memastikan kita mendapatkan telur yang memiliki rasio omega-3 dan 6 yang ideal, Allt merekomendasikan untuk mencari telur dari ayam yang diberi makan di padang rumput dan/atau telah diberi makan makanan kaya omega-3 yang dilengkapi dengan ALA atau EPA dan DHA.

5. Memperbaiki kadar kolesterol Meskipun sebagian masyarakat meyakini bahwa telur dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL atau kolesterol jahat di dalam tubuh, Claybrook mengungkapkan bahwa telur dapat memperbaiki profil kolesterol kita.

Menurutnya, kolesterol merupakan komponen struktural penting dari setiap sel di dalam tubuh.

Bertahun-tahun yang lalu, anggapan umumnya adalah bahwa makan kolesterol akan secara alami meningkatkan kolesterol darah kita.

Ternyata, hati memproduksi kolesterol berdasarkan seberapa banyak kita makan, jadi kita tidak dapat secara efektif mengubah kadar kolesterol melalui pola makan.

Dua jenis utama kolesterol adalah HDL dan LDL. HDL dikenal sebagai kolesterol baik karena dapat membantu tubuh membuang kolesterol dengan memindahkannya ke hati.

LDL sering disebut sebagai kolesterol jahat karena membawa kolesterol ke arteri, sehingga dapat menumpuk di dinding arteri dan hirnya menyebabkan aterosklerosis.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa telur secara konsisten meningkatkan kolesterol baik. Terlebih lagi, satu penelitian menemukan bahwa telur tidak memengaruhi kadar kolesterol LDL pada 70 persen orang.

Sementara 30 persen lainnya hanya menunjukkan sedikit peningkatan kolesterol jahat.

6. Menyehatkan kulit dan rambut

Telur adalah sumber protein dan biotin yang baik. Keduanya dapat merangsang pertumbuhan rambut.

Jadi, dapat dikatakan bahwa makan telur setiap hari dapat membantu kita memiliki rambut yang lebih panjang dan kuat.

Tak hanya itu, Claybrook menunjukkan bahwa telur kaya akan antioksidan, sehingga dapat membantu melawan radikal bebas yang menyebabkan kerusakan sel dan menyebabkan tanda-tanda penuaan.

 7. Membantu menurunkan berat badan

Bukan berarti makan telur seriap hari akan membuat berat badanmu turun.

Maksudnya, telur adalah makanan yang kaya nutrisi serta merupakan sumber protein dan lemak.

Telur dapat berperan dalam mendukung upaya penurunan berat badan, namun tentunya tergantung pada bagaimana kita mengolahnya dan dengan apa kita memakannya.

"Telur dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama daripada jika kita mengonsumsi makanan rendah protein dan lemak."

"Karena itu, makan olahan telur dapat membantu mengelola asupan kalori harian kita secara keseluruhan," kata Allt.

Telur juga mengandung kolin yang terlibat dalam banyak proses metabolisme, termasuk memecah lemak sehingga dapat digunakan sebagai sumber energi.

Putih telur mengandung sekitar 17 kalori dan 0,1 gram lemak, sedangkan kuning telur umumnya mengandung sekitar 55 kalori dan 4,5 gram lemak.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang makan telur untuk sarapan tidak hanya merasa lebih kenyang, tetapi juga mengonsumsi lebih sedikit kalori di waktu makan selanjutnya, dibandingkan dengan orang yang makan roti bagel untuk sarapan.

Di samping tujuh manfaat yang telah disebutkan, telur juga memiliki beberapa manfaat lainnya.

Namun, ingatlah bahwa telur memengaruhi kolesterol darah dengan cara yang berbeda pada setiap individu.

Kecuali kamu menderita penyakit jantung atau diabetes, para pakar meyakini makan telur setiap hari aman untuk dilakukan

"Jika kamu menderita diabetes dan mengkhawatirkan efek negatif dari makan telur, batasi asupan telur mingguanmu, misalnya maksimal enam butir telur untuk menutupi kebutuhan dasar."

Meski begitu, jika kamu menderita diabetes dan ragu untuk mengonsumsi telur, konsultasikanlah dengan dokter yang merawatmu. "Jika kamu sehat, telur tampaknya tidak menimbulkan risiko kesehatan," tutup Allt. (ny/Sumber:Kompas.cpm)