press enter to search

Rabu, 25/11/2020 17:43 WIB

Strategi Sekolah Kejuruan di Bangkalan Gelar Kegiatan Praktik di Tengah Pandemi

Redaksi | Selasa, 20/10/2020 13:46 WIB
Strategi Sekolah Kejuruan di Bangkalan Gelar Kegiatan Praktik di Tengah Pandemi KBM tatap muka terbatas salah satu SMA Negeri di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

BANGKALAN (Aksi.id) - Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) hingga saat ini belum diterapkan, mengingat Pandemi Covid-19 belum berakhir. Termasuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang masih menerapkan sistem belajar daring terhadap siswanya.

Padahal, untuk SMK sendiri tak hanya mempelajari teori. Namun, juga praktik. Untuk itu, diperlukan strategi agar kegiatan praktik bisa terlaksana namun, tetap tidak menyebabkan lonjakan kasus Covid-19.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur wilayah Bangkalan Sunarto di Bangkalan mengatakan pihaknya mengimbau untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang dianjurkan oleh pemerintah apabila sistem pembelajaran praktik untuk siswa SMK tersebut memang hendak diberlakukan.

Di antaranya seperti memakai masker, tetap menjaga jarak, serta selalu mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir.

Ia menyerahkan kepada masing-masing SMK, terkait kegiatan praktik para siswa.

Kalau misalnya pihak sekolah menginginkan sistem pembelajaran praktik, dan para siswa serta orang tua siswa setuju, maka kegiatan praktik diperbolehkan.

"Dinas Provinsi Jatim memperbolehkan hal itu, akan tetapi tetap diserahkan ke masing-masing sekolah dan kesepakatan bersama," katanya, Selasa (20/10) seperti dilansir Antara.

"Karena Disdik Jatim tidak ingin nantinya dipermasalahkan apabila misalnya saat kegiatan praktik digelar lalu terjadi kejadian yang luar biasa," katanya.

di Kabupaten Bangkalan terdapat 64 lembaga pendidikan SMK dengan perincian 54 SMK swasta dan 10 SMK Negeri.

Semua sekolah itu belum menerapkan pembelajaran praktik, akibat wabah Covid-19.

Di samping itu, ia tak menampik penerapan sistem belajar daring menjadi dilema tersendiri bagi sekolah kejuruan.

"Memang sangat dilema. Disatu sisi kita ingin taat pada kebijakan pemerintah pusat untuk ikut membantu menghindari penyebaran Covid-19, tapi di sisi lain juga kami harus memperhatikan efektivitas keberlangsungan pendidikan," katanya. (ds/sumber Merdeka.com)