press enter to search

Sabtu, 28/11/2020 23:37 WIB

Dampak La Nina, Ribuan Nelayan di Pantai Selatan Jateng Gagal Melaut

Redaksi | Selasa, 20/10/2020 15:29 WIB
Dampak La Nina, Ribuan Nelayan di Pantai Selatan Jateng Gagal Melaut Kapal Nelayan nganggur.

CILACAP (Aksi.id) - Ribuan nelayan yang beraktivitas di pesisir pantai selatan Jawa Tengah gagal melaut karena dampak dari fenomena La Nina.

Ketinggian ombak tersebut mengganggu aktivitas nelayan karena rata-rata nelayan di laut selatan memakai perahu ukuran kecil.

"Total 2.000 nelayan tidak bisa melaut karena gelombang laut selatan mencapai ketinggian 1,5-2,5 meter. Mereka rata-rata nelayan yang berada di kabupaten Purworejo, Cilacap, dan Kebumen," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jawa Tengah, Fendiawan Tiskiantoro, Selasa (20/10).

Dia mengungkapkan ombak tinggi di laut selatan bedampak pada hasil tangkapan nelayan menurun drastis. Berbeda dalam situasi normal, para nelayan pantai selatan sering mendapat tangkapan ikan kecil dan ikan layang dalam jumlah besar.

Pihaknya berupaya memberikan bantuan bahan bakar minyak (BBM) subsidi untuk meringankan beban nelayan. Bantuan program kartu nelayan untuk mempermudah pendataan di lapangan.

"Pemberian BBM bersubsidi juga dimanfaatkan untuk mencukupi kebutuhan nelayan selama pandemik covid-19," jelasnya.

Fenomena La Nina diperkirakan masih akan berlangsung sampai Desember 2020. Dampaknya kemungkinan bisa mereda mulai bulan Januari 2021 nanti.

"Efek La Nina paling terasa di pantai selatan. Sedangkan di pantai utara, para nelayan masih beraktivitas normal. Ketinggian ombak tidak sebesar di laut selatan. Mungkin La Nina akan mereda di bulan Januari 2021. Kita update terus perkembangan cuaca melalui BMKG," ungkapnya. (ds/sumber Merdeka.com)