press enter to search

Sabtu, 05/12/2020 07:20 WIB

PM Jepang Yoshihide Suga Janji Dukung Kereta Cepat Jakarta-Surabaya

Dahlia | Selasa, 20/10/2020 20:17 WIB
PM Jepang Yoshihide Suga Janji Dukung Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Perdana Menteri (PM) Jepang Yoshihide Suga beserta Ibu Mariko Suga di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Selasa, 20 Oktober 2020. PM Yoshihide Suga dan Ibu Mariko Suga disambut oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung di tangga pesawat. (Biro Pers Sekretariat Presiden/ Kris)

Jakarta (aksi.id)  - Proyek kereta `semi` cepat Jakarta-Surabaya mulai mendapat titik terang setelah ada komitmen dari Perdana Menteri Jepang Suga Yoshihide. Suga pada hari ini diterima Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Bogor, membahas banyak hal  termasuk proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya.

"Mengenai prioritas utama dalam pembangunan nasional yang ditekankan Presiden Jokowi, Jepang akan secara mantab memajukan kerja sama di bidang infrastruktur seperti MRT, kereta semi cepat jalur Jakarta-Surabaya, pembangunan Pelabuhan Patimban, pembangunan pulau-pulau terluar dan kerja sama untuk meningkatkan ketahanan ekonomi," kata PM Suga dalam pernyataan bersama.

Sebelumnya Presiden Jokowi memutuskan proyek kereta semi cepat Jakarta-Surabaya dikerjasamakan dengan China yang sudah menggarap rute Jakarta-Bandung. Bila terealisasi, maka jalur kereta cepat langsung terhubung Bandung-Surabaya. Tentu saja berdampak pada kecepatannya yang semula diproyeksikan hanya 160 km per jam atau semi cepat, maka bisa lebih cepat.

Konsep kereta semi-cepat Jakarta-Surabaya ini sudah masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diatur dalam Perpres 3/2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 2018.

Proyek ini ditandai dengan penandatangan MoU pada akhir September 2019 antara Indonesia dan Jepang. Bila proyek kereta semi-cepat Jakarta-Surabaya terwujud, maka waktu tempuh perjalanan kereta Jakarta - Surabaya menjadi lebih singkat sekitar 5,5 jam.

Kesepakatan itu ditandai dengan penandatanganan Summary Record Proyek Peningkatan Kecepatan Kereta Api Lintas Utara Jawa, 24 September 2019 lalu.

Berdasarkan dokumen yang diunggah laman resmi Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, dikutip CNBC Indonesia, terdapat sejumlah poin penting kesepakatan. Disebutkan bahwa pemerintah Jepang menyetujui untuk melaksanakan survei awal (preparatory survey) proyek bernama Java North Line Upgrading Project.

Survei awal itu dilakukan mulai Juni 2019, di mana dari pihak Jepang dilaksanakan melalui Japan International Cooperation Agency (JICA). (lia/sumber:cnbcindonesia)