press enter to search

Senin, 25/01/2021 11:36 WIB

Ridwan Kamil Pantau Simulasi Vaksinasi Covid-19 di Depok

Dahlia | Kamis, 22/10/2020 19:16 WIB
Ridwan Kamil Pantau Simulasi Vaksinasi Covid-19 di Depok Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil
Depok (aksi.id) - Pemerintah Kota Depok  hari ini melakukan simulasi pemberian vaksin (vaksinasi) di Puskesmas Tapos, Kecamatan Tapos. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memantau langsung simulasi vaksinasi di Kota Depok tersebut.
 
Pria yang akrab disapa Emil itu mengatakan, ada sejumlah catatan yang akan jadi pertimbangan sebagai bahan masukan saat dilakukan vaksinasi di Kota Depok maupun Jawa Barat.
 
“Nah, tadi kami melaksanakan simulasi karena kami ingin tahu, pertama, apakah jumlah puskesmas di Depok dan Jabar ini cukup, jangan-jangan tidak cukup,” ujar Emil, Kamis (22/10).
 
 
Ridwan Kamil Pantau Simulasi Vaksinasi Corona di Depok (1)
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kanan) melihat petugas kesehatan melakukan simulasi vaksinasi COVID-19 di Puskesmas Tapos, Depok, Jawa Barat, Kamis (22/10). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO
Emil menjelaskan, apabila puskesmas tidak mencukupi, pihaknya akan menyulap gedung serbaguna, salah satunya GOR bulutangkis, sebagai tempat vaksinasi.
 
 Nantinya proses vaksinasi akan dimulai dari cuci tangan, pengecekan administrasi surat, pemeriksaan kesehatan, dan penyuntikan. Usai disuntik, warga yang divaksin diminta menunggu 30 menit guna mengetahui reaksi langsung.
“Nah, nanti ketahuan satu puskesmas tipe begini, itu satu hari kerja bisa melakukan pelayanan pemvaksinan berapa jumlahnya,” terang Emil.
 
Jika satu hari dapat melayani 100 orang, akan dihitung jumlah puskesmas di Depok, dikalikan jumlah sasaran yang ditargetkan.
 
Emil ingin memastikan kebutuhan vaksin tercukupi.
 
“Ini pentingnya simulasi itu, karena Bapak Ibu atau rekan media harus tahu vaksinnya itu bukan disuntik sekali, tapi dua kali. Jadi orang yang sama tadi disuntik vaksin itu, di hari ke-30 setelah dia disuntik vaksin, harus datang lagi,” ucap Emil.
 
 
Dari simulasi tersebut sudah terbayang ribetnya proses vaksinasi. Selain itu, apabila tenaga kesehatan yang menyuntikkan tidak mencukupi, Pemprov Jabar akan membuka relawan yang sesuai dengan kriteria untuk menjadi tim penyuntikan dan tim panitia.
 
Inilah kerumitan yang sedang kita proses. Tetapi lebih baik menjadi masyarakat yang siap daripada nanti keteteran.
-- Ridwan Kamil
 
Menurut rencana pemeritah, November sudah dimulai vaksinasi dengan menggunakan vaksin ready to use dari China. Pemvaksinan ini setelah BPOM selaku regulator mengeluarkan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA). Tenaga kesehatan mendapat prioritas nomor satu untuk divaksin.
(lia/sumber:kumparan)