press enter to search

Sabtu, 28/11/2020 14:29 WIB

Kampus Polman Bandung akan Dibangun di dekat Pelabuhan Cirebon

Redaksi | Jum'at, 23/10/2020 18:49 WIB
Kampus Polman Bandung akan Dibangun di dekat Pelabuhan Cirebon


BANDUNG (aksi.id)  -Gubernur Jabar Ridwan Kamil merestui pembangunan Kampus 2 Politeknik Manufaktur (Polman) Bandung di Cirebon. 

Perguruan tinggi itu seelumnya bernama Politeknik Mekanik Swiss- Institut Teknologi Bandung

Kang Emil mengamanatkan ke Polman Bandung, bila Kampus 2 di Cirebon harus dibuat dua Program Studi (Prodi) terkait Rekayasa Manufaktur Maritim dan Ekonomi Kreatif.

Gubernur mengemukakan kampus ini dekat dengan Pelabuhan Cirebon, sehingga perlu menyediakan tenaga di bidang rekayasa manufaktur maritim,.

"Makanya dibuat Prodi terkait itu. Lalu dibuat Prodi Ekonomi Kreatif untuk kearifan lokal di Cirebon yang berbasis teknologi," kata Direktur Polman Bandung Dede Buchori Muslim kepada Kompas.com, Jumat (23/10/2020).

Memang, kata Dede, secara prinsip pengembangan Kampus 2 Polman Bandung di Cirebon, tidak jauh berbeda dengan yang ada di Bandung. Maka dari itu, terkait prodi akan banyak mengambil sistem yang sudah dijalankan di Bandung.

"Secara prinsip dikembangkan dari yang sudah ada, tapi ada beberapa prodi yang harap dikembangkan itu, tidak jauh dari pemanfaatan teknologi manufaktur 4.0 yang sesuai keinginan pak Gubernur, jadi tinggal menyesuaikan perkembangan saja," ungkap Dede.

Dia menegaskan, permintaan itu memiliki tujuan yang positif, agar sumber daya manusia (SDM) di Cirebon bisa bersaing dengan masyarakat luar, ketika sudah mengenyam bangku kuliah di Kampus 2 Polman Bandung di Cirebon.

Rekomendasi Wali Kota Cirebon

Pihak Polman Bandung tinggal menungggu surat rekomendasi dari Wali kota Cirebon Nasrudin Azis untuk membangun Kampus 2 di Cirebon setelah memperoleh lampu hijau terkait pemberian tanah hibah dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar.

"Pak Gubernur Ridwan Kamil sudah oke, tapi belum dapat rekomendasi langsung dari pak Wali Kota Cirebon. Jadi kita akan meminta ketemu pak Wali Kota, untuk mendukung langkah ini, karena Pemkot Cirebon sebagai tuan rumah," kata Humas Polman Bandung Haikal Aulia kepada Kompas.com, Kamis (22/10/2020).

Meski surat rekomendasi belum didapatkan, dia memgemukalan tapi hasil komunikasi dengan Sekda Cirebon Agus Mulyadi menyatakan Pemkot Cirebon mendukung penuh pembangunan Kampus 2 Polman Bandung di Cirebon.

Selagi menunggu surat rekomendasi,  Polman Bandung akan mengurusi segala surat dan persyaratan yang diajukan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) demi memperoleh dana pembangunan kampus lewat Surat Berharga Syariah Nasional (SBSN) yang batas pengajuannya di bulan November 2020.

"Berita acara dari Pemprov sudah diperoleh, dokumen sedang disusun, sedang koordinasi dengan pemerintah pusat dan Pemprov. Kita mengejar dana ini lewat proposal SBSN ke Kemendikbud, mudah-mudahan di awal November sudah bisa dikejar," tutur Haikal.

Terkait dana, ltidak terpaku dari Kemendikbud lewat Surat Berharga Syariah Nasional (SBSN) yang batas pengajuannya di bulan November 2020. Tapi, bisa juga datang dari Kementerian PPN/Bappenas. Nanti di Kemendikbud yang bisa menentukan, apakah pakai skema SBSN atau bisa dari Bappenas," tutur Dede.

Dia menjelaskan, bila pengajuan dana selesai di tahun ini, maka persiapan dan proses pembangunan akan terjadi di 2021. Bahkan, sudah bisa menerima mahasiswa baru di tahun depan.

"Tapi mahasiswa baru dari Kampus 2 akan kuliah dulu di Polman Bandung, kalau pembangunan gedung sudah selesai, maka baru bisa kuliah di Cirebon," jelas Haikal.

 

Terkait dana, tidak terpaku dari Kemendikbud lewat Surat Berharga Syariah Nasional (SBSN) yang batas pengajuannya di bulan November 2020. Tapi, bisa juga datang dari Kementerian PPN/Bappenas.

Prioritas utama masyarakat Cirebon

Dede menjelaskan, memang prioritas utama mahasiswa yang bisa mengenyam pendidikan di Kampus 2 adalah masyarakat Cirebon. Hal itu merupakan perintah langsung dari Gubernur Ridwan Kamil.

Bila sudah banyak masyarakat Cirebon yang mendaftar di Kampus 2, maka masyarakat luar daerah baru bisa mendaftar menjadi mahasiswa.

Ketika sudah banyak masyarakat Cirebon yang mendaftar menjadi mahasiswa, dia menyebutkan, maka tenaga profesional banyak didatangkan langsung dari masyarakat Cirebon.

Dengan begitu bisa mendorong keinginan pemerintah dalam mewujudkan kawasan ekonomi khusus Segitiga Rebana (Cirebon, Subang, dan Majalengka).

(dien/sumber: kompas.com).