press enter to search

Selasa, 01/12/2020 15:42 WIB

Relawan Vaksin Corona di Brasil Meninggal Akibat Disuntik Plasebo

Dahlia | Jum'at, 23/10/2020 23:05 WIB
Relawan Vaksin Corona di Brasil Meninggal Akibat Disuntik Plasebo Foto: ilustrasi

Jakarta (aksi.id) - Seorang sukarelawan di Brasil yang meninggal pada Rabu (21/20) lalu dinyatakan bukan disebabkan vaksin virus corona (Covid-19) melainkan akibat suntikan plasebo.

Menurut laporan media setempat yang dikutip AFP, Jumat (23/10), menyatakan sukarelawan itu adalah seorang dokter berusia 28 tahun yang menangani pasien Covid-19. Dia memang ambil bagian dalam uji klinis vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Universitas Oxford.

Mengutip sumber yang memahami proses uji coba tersebut, surat kabar Brasil, Globo, dan kantor berita Bloomberg mengatakan sang dokter berada dalam kelompok kendali dan disuntik plasebo, alih-alih menjalani uji vaksin.

"Setelah penilaian yang cermat atas kasus ini di Brasil, tidak ada kekhawatiran tentang keamanan uji klinis, dan tinjauan independen selain regulator Brasil telah merekomendasikan agar uji coba tersebut dilanjutkan," kata pihak Oxford dalam sebuah pernyataan.

Mendiang dilaporkan adalah seorang dokter muda yang merawat pasien Covid-19 sejak Maret lalu di ruang gawat darurat dan unit perawatan intensif di dua rumah sakit di Rio de Janeiro.

Pihak keluarga dan teman-temannya mengatakan sang dokter lulus dari sekolah kedokteran pada tahun lalu dan dalam kondisi sehat sebelum tertular virus corona.

Ini adalah kematian pertama yang dilaporkan dalam berbagai uji coba vaksin virus corona yang berlangsung di seluruh dunia. Namun, penyelenggaraan studi mengatakan tinjuan independen telah menyimpulkan bahwa tidak ada masalah keamanan.

Pengujian vaksin yang dikembangkan bersama perusahaan farmasi AstraZeneca itu akan terus berlanjut.

AstraZeneca mengatakan kerahasiaan medis tidak dapat memberikan rincian tentang sukarelawan individu mana pun, tapi tinjauan independen itu "tidak menimbulkan kekhawatiran tentang kelanjutan studi yang sedang berlangsung".

Regulator kesehatan nasional Brasil, Anvisa, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah diberitahu tentang kasus tersebut pada 19 Oktober.

Sementara Institut Riset dan Studi D`Or (IDOR) yang membantu mengatur tes di Brasil mengatakan tinjauan independen "tidak menimbulkan keraguan tentang keamanan studi, dan merekomendasikannya untuk dilanjutkan".

Sebelumnya, Oxford dan AstraZeneca harus menangguhkan pengujian vaksin pada September ketika seorang sukarelawan di Inggris mengalami sakit yang tidak dapat dijelaskan.

Uji coba kemudian dilanjutkan setelah regulator Inggris dan tinjauan independen menyimpulkan penyakit itu bukan efek samping dari vaksin.

IDOR mengatakan setengah dari relawan dalam uji klinis tahap akhir yang meliputi studi double-blind, acak, dan terkontrol telah menerima plasebo. Sejauh ini, sekitar 8.000 relawan di Brasil dan lebih dari 20 ribu orang di seluruh dunia telah divaksinasi.

Peserta studi haruslah dokter, perawat, atau pekerja sektor kesehatan lainnya yang rutin berhubungan dengan virus corona. (lia/sumber:cnnindonesia)