press enter to search

Sabtu, 28/11/2020 14:16 WIB

Zero ODOL Berhasil jika semua stake holder patuhi aturan

Wilam chon | Sabtu, 24/10/2020 20:41 WIB
Zero ODOL Berhasil jika semua stake holder patuhi aturan Pemotongan kendaraan secara simbolik

SURABAYA (Aksi.id)- Program Zero ODOL (Over Dimensi Over Load) yang dicanangkan pemerintah mulai 1 Januari 2023 akan berhasil jika semua stakeholder terkait (pemilik angkutan , pemilik barang dan jajaran pemerintah) sama sama mematuhi kebijakan tersebut.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jatim, Arief Tejo P dalam percakapan telepon dengan Aksi.id, Sabtu (24/10/2020).

Menurut Arief, regulasi terkait dengan zero ODOL sampai saat ini baru mengatur berbagai ketentuan termasuk sanksi yang harus dipatuhi oleh pemilik angkutan. Sementara pemilik barang belum diatur.

Padahal , katanya, pemilik barang sangat menentukan. Karena selama ini pemilik barang selalu memaksakan ongkos angkut murah yang memicu terjadi ODOL.

Jajaran pemerintah sampai ke bawah yang mengawasi kebijakan tersebut juga mestinya benar benar melaksanakan tugas secara adil, tegas dan tidak pandang bulu. "Semua yang melanggar harus ditindak" ujarnya.

Sebaliknya kalau tebang pilih akan memicu kasus ODOL. Karena membuka peluang bagi pemilik barang untuk menekan ongkos angkut.

Arief juga mebenarkan Kamis (22/10/2020) Dirjen Perhubungan Darat , Kemenhub, Budi Setiyadi secara simbolik menormalisasi (memotong) dua unit truk wing box over dimensi di Surabaya.

Dalam kesempatan itu, Dirjen Hubdar mengingatkan kalau ODOL masih terus berlangsung, pelakunya akan dikenakan sanksi pidana.

Dirjen juga memberitahukan kepada pemilik angkutan, jika dikenakan pungli oleh oknun petugas jembatan timbang segera lapor kepadanya agar pelaku pungli ditindak tegas, kata Arief.

Dihubungi terpisah, Ketum DPP Aptrindo Gemilang Tarigan mengatakan hasil kesepakatan bersama Kemenhub, Kemen PUPR, Perindustrian, Polri dan Asosiasi Industri (24 /2/2020), disebutkan
Zero ODOL diberlakukan 1 Januari 2023 secara bertahap.

Untuk ruas jalan tol Pelabuhan Tanjung Priok sampai Bandung zero ODOL berlaku mulai 1 Maret 2020.

Sementara larangan kendaraan ODOL di Pelabuhan Penyeberangan mulai 1 Februari 2020 dengan pemberlakuan tilang dan mulai 1 Mei 2020 kendaraan ODOL dilarang naik ke atas kapal penyeberangan.

BARANG PENTING

Batas toleransi pelanggaran kelebihan muatan untuk kendaraan pengangkut barang penting (semen, baja, kaca lembaran, air minum dalam kemasan kertas, pupuk dan kramik) , toleransi kelebihan muatan mencapai 40% dan mulai dilaksanakan pada 9 Maret sampai 31 Desember 2020.Toleransi kelebihan muatan itu prosentasenya terus diturunkan tiap tahun.

Seperti pada 1 Januari sampai 31 Desember 2021 toleransi kelebihan muatan duturunkan menjadi 20% dari kapasitas angkut.

Kemudian tahun berikutnya (1 Januari sampai 31 Desember 2022 ), toleransi kelebihan muatan turun lagi menjadi 10% dan terakhir hanya sebesar 5% berlaku per 1 Januari 2023.

Untuk kelebihan muatan melebihi dari batas toleransi ditetapkan , kendaraan akan ditilang dan kelebihan muatan harus dipindahkan (transfer muatan) atau dilarang neneruskan perjalanan.

SEMBAKO

Untuk kendaraan bermuatan sembako (beras, cabe dan sejenisnya ) batas toleransi pelanggaran kelebihan muatan mencapai 50% diberlakukan 9 Maret sampai 31 Desember 2020.

Batas toleransi ini terus diturunkan menjadi 30% pada 1 Januari sampai 31 Desember 2021, turun lagi jadi 15% pada
1 Januari sampai 31 Desember 2022 dan akhirnya hanya 5% mulai 1 Januari 2023.

Untuk kelebihan muatan melebihi dari batas toleransi ditetapkan , angkutakan ditilang dan kelebihan muatan harus dipindahkan (transfer muatan) ke angkutan lain atau dilarang meneruskan perjalanan.

Dasar hukum utama penanganan ODOL adalah Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Selain itu ada pula Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2014, Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 134 Tahun 2015, dan Peraturan Direktur Jendaral Perhubungan Darat Nomor SK.736/AJ.108/2017.

(wilam)

Keyword ODOL