press enter to search

Sabtu, 28/11/2020 14:49 WIB

36 Tewas Usai Vaksin Flu, PM Korsel Minta Kasus Diusut

Redaksi | Minggu, 25/10/2020 14:54 WIB
36 Tewas Usai Vaksin Flu, PM Korsel Minta Kasus Diusut

Jakarta (Aksi.id) -- Perdana Menteri Korea Selatan, Chung Sye-kyun, telah meminta agar dilakukan penyelidikan menyeluruh terhadap 36 warga negaranya yang diduga meninggal setelah menerima vaksinasi flu yang tengah dilakukan negara itu.

Per Jumat (23/10) kemarin, warga Korea Selatan yang meninggal dunia setelah menerima suntikan vaksin flu bertambah sebanyak 13 orang, sehingga total warga uang meninggal saat ini menjadi 36 orang.

Dari jumlah itu diketahui salah satu warga yang meninggal ini masih berusia 17 tahun.

Seperti diberitakan CNN, Se-Kyun memang meminta agar dilakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kematian sekaligus menjawab kecemasan publik.

Meski demikian, dalam siaran pers Kementerian Kesehatan, disebutkan pemerintah memang tidak menghentikan kampanye vaksin.

Di sisi lain, Asosiasi Medis Korea Selatan juga telah mendesak pemerintah untuk menghentikan program vaksinasi selama satu pekan hingga penyebab kematian terhadap warga tersebut ditemukan.

Dalam sebuah pernyataan, Korean Vaccine Society juga menekankan pentingnya vaksin flu, terutama "untuk anak-anak, orang tua, dan pasien dengan penyakit kronis dan sistem kekebalan yang rendah."

Organisasi tersebut mengutip kekhawatiran tentang kemungkinan penyebaran flu selama pandemi Covid-19.

Sementara itu, Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan juga telah memutuskan tak akan menangguhkan vaksinasi flu terhadap warga Korea Selatan meski saat ini sedikitnya tercatat 36 warga meninggal dunia setelah menerima vaksinasi flu.

Seperti diberitakan CNN, Komite ahli vaksinasi akan mengadakan pertemuan pada Sabtu (24/10) pagi waktu setempat untuk meninjau data tambahan.

Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan sendiri memang telah melakukan pertemuan sehari sebelumnya, pada Jumat setelah muncul pengawasan ketat terhadap upaya vaksinasi berujung kematian sejumlah orang ini dilakukan oleh para ahli dan politisi.

Pejabat di lingkungan kesehatan Korea Selatan juga mengklaim telah menemukan tak ada hubungan langsung antara vaksinasi flu dan serentetan kematian warganya.

Sebelumnya diberitakan sebanyak 14 juta orang telah menerima vaksinasi flu hingga Jumat kemarin. Dari jumlah tersebut, sebanyak 9,4 juta orang adalah anak kecil, lansia dan wanita hamil.

Profesor dari Pusat Kanker Nasional di Korea Selatan Ki Moran mengatakan vaksin flu memang bisa memberi efek samping tertentu.

Namun efek samping serius bisa terjadi pada 1 dari 10 juta orang yang telah diberi vaksin. (ny/Sumber: CNNIndonesia)