press enter to search

Sabtu, 28/11/2020 14:24 WIB

8 Bulan Pandemi Covid-19, 253 Petugas Medis Wafat

bondan | Minggu, 25/10/2020 15:23 WIB
8 Bulan Pandemi Covid-19, 253 Petugas Medis Wafat Ilustrasi tenaga medis wafat imbas pandemi virus corona. Foto: Antara

JAKARTA (Aksi.id) - Sejak Maret lalu Pandemi virus corona (Covid-19) telah melanda Indonesia. Selama 8 bulan covid-19 telah menewaskan 253 petugas medis.

Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mencatat 253 petugas medis yang telah wafat akibat infeksi covid-19 terbanyak dari kalangan dokter. Diantaranya terdiri dari 141 dokter, 9 dokter gigi, dan 103 perawat. 

Para dokter yang berpulang tersebut merupakan 75 dokter umum termasuk 5 guru besar, 64 dokter spesialis termasuk juga 5 guru besar, serta 2 dokter residen.

Jika diurutkan berdasarkan provinsi, Jawa Timur menyumbang jumlah kematian dokter terbanyak yaitu 35 dokter.  Lalu disusul Sumatera Utara 23 dokter, DKI Jakarta 20 dokter, Jawa Barat 11 dokter, Jawa Tengah 10 dokter, Sulawesi Selatan 6 dokter, Bali 5 dokter.

Selanjutnya Sumatera Selatan 4 dokter, Kalimantan Selatan 4 dokter, Aceh 4 dokter, Riau 4 dokter, Kalimantan Timur 3 dokter, Banten 3 dokter, Kepulauan Riau 2 dokter, Yogyakarta 2 dokter, Nusa Tenggara Barat 2 dokter, Sulawesi Utara 2 dokter, dan Papua Barat 1 dokter.

Tim Mitigasi PB IDI, Eka Mulyana mengatakan perlindungan dan keamanan para tenaga medis dan kesehatan mutlak diperlukan dalam menghadapi pandemi. Mengingat kehilangan seorang pekerja medis merupakan kerugian besar karena tenaga kesehatan tidak dapat digantikan dalam waktu singkat.

"Tidak ada negara, rumah sakit atau klinik yang dapat menjaga keamanan pasiennya kecuali jika petugas kesehatannya tetap aman dan terlindungi dari resiko terpapar covid-19. Bahkan hilangnya pekerja medis dan kesehatan ahli tidak dapat tergantikan dalam waktu singkat," katanya dalam keterangan tertulis, Minggu (25/10/2020).

Sementara itu Ketua Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPP PPNI), Harif Fadhillah mengatakan, peran negara diperlukan dalam memberikan perlindungan pada para pekerja kesehatan.

Tenaga kesehatan tidak hanya dibebani dengan tugas berat yang tidak ada hentinya, tapi juga ada beban psikologis akibat sistem kerja dan penanganan pandemi covid-19.

"Pandemi ini telah menempatkan tingkat stres psikologis yang luar biasa pada petugas kesehatan yang terpapar dengan pengaturan permintaan tinggi selama berjam-jam," tuturnya.

Harif juga mengatakan tenaga medis hidup dalam ketakutan terus-menerus terhadap paparan penyakit, saat terpisah dari keluarga dan menghadapi stigmatisasi sosial. Hal ini menjadi sorotan soal perlindungan profesi dokter hingga perawat selama pandemi.

Sementara itu, jumlah kasus covid-19 per Sabtu, (24/10/2020) mencapai 381.910 kasus, 305.100 sembuh, dan 13.077 kasus meninggal dunia. (CNNIndonesia)