press enter to search

Sabtu, 05/12/2020 06:35 WIB

Rudal Armenia Serang Azerbaijan, 19 Warga Sipil Tewas

Dahlia | Rabu, 28/10/2020 18:54 WIB
Rudal Armenia Serang Azerbaijan, 19 Warga Sipil Tewas Serangan rudal Armenia ke Azerbaijan menewaskan setidaknya 19 warga sipil (Foto: AFP)

BAKU (aksi.id) - Serangan rudal pasukan separatis Armenia menewaskan setidaknya 19 warga sipil Azerbaijan serta melukai 60 lainnya, Rabu (28/10/2020).

Pertempuran Armenia dan Azerbaijan di Nagorno-Karabakh terus berkecamuk meskipun kedua pihak sudah menyepakati tiga gencatan senjata. Kesepakatan terbaru pada akhir pekan lalu dimediasi oleh Amerika Serikat (AS).

Hikmet Hajiyev, ajudan Presiden Azerbaijani Ilham Aniyev untuk urusan luar negeri, seperti dikutip dari AFP, mengatakan, pasukan Armenia menembakkan rudal Smerch ke Barda.

Sebelumnya kantor kejaksaan menyebutkan korban tewas berjumlah 14 orang dan 40 lainnya luka, namun bertambah.

Serangan terbaru ini berlangsung setelah Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo berbicara secara terpisah dengan Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan serta Presiden Aliyev.

Dia mendesak Armenia dan Azerbaijan untuk segera mencapai solusi diplomatik guna mengakhiri konflik di Nagorno-Karabakh.

Pertempuran di Nagorno-Karabakh memasuki bulan kedua atau sejak 27 September, menewaskan lebih dari 1.000 orang, termasuk warga sipil.

"Menekan kepada para pemimpin mematuhi komitmen untuk menghentikan permusuhan dan mengejar solusi diplomatik," demikian pernyataan Deplu AS.

Gencatan senjata terbaru yang dimediasi AS akhir pekan lalu hanya seumur jagung. Beberapa jam setelah kesepakatan, kedua pihak saling menyerang. Ini merupakan kegagalan gencatan senjata untuk kali ketiga di mana kesepakatan sebelumnya dimediasi oleh Rusia dan Prancis.

Komunitas internasional berupaya mencegah perang Armenia dan Azerbaijan yang bisa meluas, kemungkinan melibatkan kekuatan Turki, yang merupakan sekutu Azerbaijan, serta Rusia, yang memiliki perjanjian pakta pertahanan dengan Armenia. (lia/sumber:inews)