press enter to search

Selasa, 24/11/2020 01:55 WIB

Prancis Bubarkan Lembaga Amal Muslim Terbesar di Tengah Kecaman Penerbitan Kartun Nabi

Redaksi | Sabtu, 31/10/2020 12:30 WIB
Prancis Bubarkan Lembaga Amal Muslim Terbesar di Tengah Kecaman Penerbitan Kartun Nabi Logo lembaga amal Muslim terbesar di Prancis, BarakaCity.

PARIS (Aksi.id) - Di tengah gelombang protes mengecam retorika anti-Islam di Prancis, negara Eropa itu justru mengambil langkah kontroversial lainnya. Mereka membubarkan salah satu lembaga amal Muslim terbesar, BarakaCity.

Keputusan tersebut disepakati dalam rapat Dewan Menteri, Rabu (28/10/2020). Dalam kicauannya di Twitter, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Prancis, Gerald Darmanin menuduh BarakaCity terkait dengan gerakan Islam radikal dan melegitimasi serangan teroris. Namun, tuduhan itu langsung disanggah oleh BarakaCity.

Pembubaran BarakaCity berselang dua pekan setelah polisi Paris menggerebek kediaman pendiri BarakaCity, Idriss Sihamedi dan menahannya pada 14 Oktober atas dugaan keterlibatan aksi terorisme. Namun, dia dibebaskan seharin berselang.

Pernyataan Macron picu kemarahan negara-negara Islam

Polisi Prancis melakukan pemantauan besar-besaran terhadap kelompok, jejaraing media sosial, serta arus percapakan telepon yang terkait jaringan Islam radikal pascapembunuhan seorang guru sekolah di pinggiran kota Paris. Penyebabnya, guru tersebut menggunakan kartun Nabi Muhammad sebagai bahan diskusi mata pelajaran kebebasan berekspresi.

Prancis tengah menjadi sorotan dunia menyusul ucapan Presiden Emmanuel Macron untuk memerangi "separatisme Islam." Dia secara tegas memegang teguh sekulerisme di Prancis dan menjamin kebebasan berekspresi, termasuk menggunakan cara-cara yang merendahkan agama.

Negara-negara Muslim dunia menyerukan kecaman serta mendorong aksi boikot produk-produk Prancis sebagai bentuk kemarahan. Dalam Islam, menggambarkan Nabi Muhammad menyerupai bentuk manusia seperti apapun dianggap sebagai penistaan. (ds/sumber iNews.id)

Artikel Terkait :

-