press enter to search

Senin, 30/11/2020 18:57 WIB

Vaksin Pfizer Disebut 90% Ampuh Cegah Covid-19

Dahlia | Senin, 09/11/2020 22:16 WIB
Vaksin Pfizer Disebut 90% Ampuh Cegah Covid-19 Foto: ilustrasi

Jakarta (aksi.id) - Vaksin Covid-19 hasil kolaborasi antara Pfizer asal Amerika Serikat dan BioNTech asal Jerman diklaim 90 persen efektif mencegah Covid-19 dalam uji klinis tahap 3 yang masih berlangsung.

Menurut ahli, perlindungan pada pasien didapat 28 hari setelah dosis pertama dan tujuh hari setelah penyuntikan kedua dari dua dosis dan tak ada efek samping.

"Hasil pertama dari uji coba vaksin Covid-19 tahap 3 kami memberikan bukti awal kemampuan vaksin kami untuk mencegah Covid-19," kata ketua dan CEO Pfizer, Albert Bourla dalam sebuah pernyataan dikutip dari AFP, Senin (9/11).

Di global, tingkat infeksi Covid-19 melonjak ke rekor tertinggi. ICU rumah sakit kewalahan menangani lonjakan tersebut, jumlah kematian juga terus meningkat.

"Kami selangkah lebih dekat dalam memberikan terobosan yang sangat dibutuhkan kepada orang-orang di seluruh dunia untuk membantu mengakhiri krisis kesehatan global ini," tutur Bourla.

Pfizer mengatakan mereka dapat memasok hingga 50 juta dosis vaksin secara global pada tahun 2020, dan hingga 1,3 miliar dosis pada tahun 2021.

"Kami mencapai tonggak penting dalam program pengembangan vaksin kami pada saat dunia sangat membutuhkannya," tambah Bourla.

Sebelumnya, berdasarkan data terakhir Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) per 19 Oktober 2020 ada 9 kandidat vaksin yang telah masuk uji klinis tahap 3.

Vaksin dalam uji klinis tahap 3 tersebut dikembangkan oleh Sinopharm, CanSino, Sinovac, AstraZeneca, Moderna, Pfizer, Gamaleya, Novavax, Johnson & Johnson.

Togi J Hutadjulu, Plt Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekusor, dan Zat Adiktif Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mengatakan bahwa uji klinik adalah pengujian khasiat obat baru pada manusia, yang sebelumnya sudah diawali dengan uji praklinik atau pengujian pada binatang.

"Uji klinik ini dilakukan untuk memastikan efektivitas, keamanan, dan gambaran efek samping yang sering timbul pada manusia akibat pemberian suatu obat," ucap Togi.

(lia/sumber:cnnindonesi.com)

Keyword vaksin corona