press enter to search

Senin, 25/01/2021 10:45 WIB

Donald Trump Pecat Menhan AS, Ini Respons Prabowo

Redaksi | Rabu, 11/11/2020 08:07 WIB
Donald Trump Pecat Menhan AS, Ini Respons Prabowo Foto: Peretemuan Menteri Pertahanan AS, Dr. Mark T. Esper bertemu dengan Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto, di Pentagon, Washington, D.C., Amerika Serikat, (Dok. Kemhan)

Jakarta (aksi.id)  - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump  tiba-tiba mengumumkan dirinya telah memberhentikan Menteri Pertahanan, sekaligus Kepala Pentagon, Mark Esper. Ia pun menunjuk penggantinya, Direktur Pusat Penanggulangan Terorisme Nasional, Christopher C.Miller.

"Mark Esper telah diberhentikan," cuit Trump dalam Twitternya @realDonaldTrump, Senin (9/11/2020) sore waktu setempat.

"Biarkan saya memperkenalkan Christopher C.Miller, Direktur Pusat Penanggulangan Terorisme Nasional (dengan suara bulat dikonfirmasi oleh Senat), akan menjadi Plt Menteri Pertahanan, efektif segera."

Hal ini kemudian menimbulkan tanda tanya ke RI. Pasalnya, pertengahan Oktober lalu, readyviewed Esper baru saja bertemu dengan Menhan RI, Prabowo Subianto.

Kedua menteri juga menandatangani Memorandum of Intent (MoI) untuk upaya memulai kembali Defense Prisoner of War/Missing in Action Accounting Agency. Hal ini dilakukan untuk memulai kembali pekerjaan AS di Amerika untuk menemukan kembali personel AS yang hilang di Indonesia saat Perang Dunia II.

Lalu akankah ini mempengaruhi perjanjian itu?

Melalui Juru Bicara Menteri Pertahanan Dahnil Anhar Simanjuntak, dikatakan bahwa RI sudah mengetahui persis perbedaan pandangan antara Presiden Trump dan Esper. Meski begitu, RI tetap optimis kerja sama pertahanan kedua negara tetap kuat.

Begitupun terkait pergantian presiden dari Donald Trump ke Joe Biden. Di mana dari hasil Pemilu Presiden (Pilpres), readyviewed Biden telah memenangkan Pemilu AS dengan 290 suara elektoral sementara Trump 214.

"Justru akan semakin kuat dan diperkuat," ujarnya menjawab pesan CNBC Indonesia, Selasa (10/11/2020).

"Siapa pun Presiden dan Menhan AS pastilah national interest-nya sama. Kepentingan nasional AS untuk menjalin kerjasama pertahanan dengan Indonesia tidak akan berbeda, pun demikian dengan Indonesia. Amerika adalah negara demokrasi yang sudah matang dan kita selalu menghormati apa pun perkembangan politik lokal disana dan siapa pun pemimpin AS."

Mengutip CNBC International, pemecatan dilakukan pasca kerusuhan terjadi selama berbulan-bulan di AS. Esper sempat menolak permintaan Trump terkait penerapan UU gawat darurat di AS, Insurrection Ac,t yang memungkinkan pengerahan militer aktif.

Ini terkait maraknya demo anti rasial di AS. Langkah ini juga terjadi di tengah penolakan Trump pada hasil Pilpres.

Pemecatan Esper juga mungkin akan berlanjut dengan pemberhentian pejabat FBI dan CIA. Saat ini Direktur FBI AS adalah Christopher Wray sementara Direktur CIA adalah Gina Haspel. (ny/Sumber; CNBCIndonesia)