press enter to search

Selasa, 19/01/2021 04:02 WIB

Tak Bawa Hasil Rapid Test, Banyak Traveler Ditolak Petugas Avsec untuk Masuk Ruang Keberangkatan Bandara Halim

Dahlia | Rabu, 11/11/2020 20:08 WIB
Tak Bawa Hasil Rapid Test, Banyak Traveler Ditolak Petugas Avsec untuk Masuk Ruang Keberangkatan Bandara Halim Foto: Aksi.id dan BeritaTrans.com

JAKARTA (aksi.id) – Satu proses yang harus dilengkapi sebelum terbang menggunakan pesawat adalah melampirkan hasil rapid test, yang masih berlaku.

Untuk mendapatkan hasil rapid test maka harus melalui pengetesan darah. Harus ditusuk jarum. Cukup horor walau nggak sakit amat ketika ujung jarum mengenai kulit.

Hasil rapid test sebelumnya, yang dimiliki BeritaTrans.com dan Aksi.id telah kadaluarsa. Itu artinya mesti tes lagi. Wajib menghadapi jarum lagi.

Ketika hendak terbang menuju Bandara Ngurah Rai, Bali, Rabu (11/11/2020), rapid test dilaksanakan di lantai 2 Bandara Halim Perdanakusuma.

Tidak antre. Setelah membayar Rp85.000, telunjuk diminta disiapkan untuk ditusuk jarum oleh petugas. Ces!. Sedikit perih. Darah pun mengalir. Petugas lalu mengambil sampel darah.

Hanya sekitar 5 menit hasil rapid test telah diketahui. Non-reaktif. Artinya memenuhi syarat untuk terbang. Surat hasil rapid test lalu divalidasi ke petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan, yang konternya berada di lantai dasar.

Antrean tidak panjang untuk dapat giliran validasi. Setelah ditandatangani dan di stempel, surat kembali diterima. Setelah itu, cek ini melalui layanan mesin mandiri.

Dari sana bergegas untuk memasuki ruang terminal keberangkatan. Petugas aviation security memeriksa dokumen kependudukan, boarding pass dan surat rapid test.

Saat antre pemeriksaan oleh petugas Avsec, ternyata banyak calon penumpang, yang belum memiliki surat rapid test. Di antara mereka bahkan membawa keluarga dan barang cukup banyak.

Karena belum memenuhi syarat untuk memasuki ruang keberangkatan, calon penumpang diminta untuk melengkapi surat hasil rapid test, yang telah divalidasi.

Petugas Avsec juga menginformasikan rapid test dapat diurus di lantai 2. “Silakan rapid test di sana. Cepat kok. Tidak antre,” tutur petugas itu.

Setelah memiliki surat hasil rapid test non-reaktif, traveler diminta memvalidasi ke konter KKP, yang jaraknya dekat dengan pintu masuk terminal keberangkatan.

Masih Perlu Rapid Test?

Fenomena banyak traveler tidak menbawa. surat keterangan hasil rapid test dapat disebabkan oleh banyak kemungkinan. Pertama, tidak tahu ada ketentuan. rapid test untuk penumpang pesawat. Kedua, hasil rapid test tertinggal atau telah kadaluarsa. Ketiga, mencoba kemungkinan lolos pemeriksaan tanpa membawa surat rapid test.

Menarik untuk dicermati tentang kemungkinan nomor tiga tadi. Bukan tidak mungkin, ada anggapan bahwa rapid test tidak dibutuhkan untuk penumpang pesawat dalam konteks pencegahan penyebaran Covid-19.

Penumpang pesawat tidak berbeda dengan penumpang angkutan umum lainnya. Sebaiknya penumpang pesawat juga diperlakukan sama atau setara dengan penumpang bus dan KRL, yang tidak diwajibkan memiliki surat rapid test.

Dalam konteks pencegahan penyebaran Covid-19, sejatinya pengelola bandara dan operator pesawat melaksanakan sangat ketat protokol kesehatan dan prosedur lainnya seperti disinfeksi. Di dalam pesawat bahkan tersedia fasilitas dengan sistem HEPA, yang terbilang efektif mencegah penyebaran virus.

Terlepas dari kemungkinan-kemungkinan tadi, mari tetap patuhi protokol kesehatan. Patuhi ketentuan melengkapi rapid test. Untuk kesehatan kita bersama. (awe).