press enter to search

Selasa, 01/12/2020 09:37 WIB

Ketika Pesawat Riuh Malam-Malam di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta

Redaksi | Minggu, 15/11/2020 08:01 WIB
Ketika Pesawat Riuh Malam-Malam di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta Kapasitas kursi penerbangan (seat capacity) yang tersedia di Bandara Soekarno-Hatta pada Oktober 2020 tercatat sekitar 2 juta kursi, atau naik 0,2% dibandingkan dengan September 2020.

TANGERANG (Aksi.id) - Waktu menunjukkan pukul 21.35 ketika pesawat Airbus A320-200 mendarat di runway Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (14/11/2020) malam.

Selepas turun dari pesawat dari Bandara Ngurah Rai, Bali tersebut, penumpang diangkut bus menuju Terminal 3 Kedatangan.

Saat perjalanan darat, traveler disajikan pemandangan eksotis pesawat berjejer parkir. Garbarata tampak menempel di masing-masing pesawat.

Pesawat, garbarata dan terminal, yang terang benderang di tengah malam menjadi amat menarik untuk ditatap walau hanya sekilas.

Berjejernya pesawat menanti jadwal keberangkatan memperlihatkan mulai pulihnya penerbangan di bandara kelolaan PT Angkasa Pura II itu.

Lembaga penyedia data penerbangan global, OAG, yang berbasis di Inggris, merilis OAG Frequency & Statistics,  yang memperlihatkan kapasitas kursi penerbangan (seat capacity) yang tersedia di Bandara Soekarno-Hatta pada Oktober 2020 tercatat sekitar 2 juta kursi, atau naik 0,2% dibandingkan dengan September 2020.

Di sisi lain, kapasitas kursi pada Oktober 2020 yang sebanyak 2 juta kursi itu sudah mencapai sekitar 57% dari posisi Oktober 2019 saat tidak ada pandemi COVID-19 yakni sebanyak 3,55 juta kursi.

President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan jumlah kapasitas kursi penerbangan yang meningkat sekaligus mengindikasikan membaiknya permintaan masyarakat atas penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta.

“Demand tumbuh diikuti peningkatan supply, dan ini dapat berjalan dengan baik di Bandara Soekarno-Hatta. Saat minat masyarakat untuk terbang naik, PT Angkasa Pura II dan maskapai mampu menyediakan kursi penerbangan yang dibutuhkan. Sehingga, tercipta iklim positif di Bandara Soekarno-Hatta.”

(awe).

 

 

Artikel Terkait :

-