press enter to search

Selasa, 01/12/2020 09:11 WIB

KAI Didorong Optimalisasi Perkeretaapian di Sumut

Redaksi | Senin, 16/11/2020 08:42 WIB
KAI Didorong Optimalisasi Perkeretaapian di Sumut Sahli LMK Kemenhub Cris Kuntadi dalam FGD di Medan, Sunatera Utara (ist)

 

MEDAN (aksi.id) - Rencana pengembangan Angkutan Barang/Penumpang Berbasis Rel di Kawasan Industri Medan dan pelabuhan di Medan menjadi sebagai sarana transportasi untuk mendukung logistik bagi kegiatan perekonomian dan bisnis.

Hal ini tentu mendorong peluang investasi PT Kereta Api Indonesia (KAI), menggiurkan pada sektor logistik maupun angkutan penumpang khususnya pada bidang usaha kereta api yang terkoneksi dengan pelabuhan dan perkotaan.

Hal itu disampaikan Staf Ahli Menteri Bidang Logistik, Multimoda, dan Keselamatan Perhubungan Cris Kuntadi sekaligus pimpinan rapat dan keynote speaker pada acara Focus Grup Discussion (FGD) dengan tema Optimalisasi Pekeretaapian Sumatera Utara, Kamis (12/11/2020).

"Diharapkan, pembangunan jalur kereta api baru mendorong peluang investasi yang menggiurkan pada sektor logistik maupun angkutan penumpang khususnya pada bidang usaha kereta api yang terkoneksi dengan pelabuhan dan perkotaan dan hal ini perlu peran maksimal stakeholders," tutur Cris dalam keterangan tertulis, Senin (16/11/2020).

Dia juga berharap Ditjen Perkeretaapian, Pemda dan stakeholders yang lainnya untuk bersama sama bersinergi dalam pengembangan jalur kereta api yang berada di Sumatera Utara.

Bukan hanya sekadar membangun infrastruktur namun keselamatan harus terjamin terutama pada perlintasan sebidang maupun perlintasan liar.

"Pada satu sisi masyarakat membutuhkan akses jalan yang cepat, tetapi disisi lain perlintasan sebidang bisa menjadi sumber terjadinya kecelakaan," ungkapnya.

Potensi pengembangan bisa dilakukan dengan Pelindo I misalnya terkait dengan angkutan logistik dari dan ke Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung.

Begitu juga dengan angkutan logistik yang selama ini melalui jalur jalan raya namun sering over dimensi dan over loading (ODOL), bisa memanfaatkan kereta api untuk alternatif angkutan.

FGD dihadiri KAI, Pelindo I. Baltek Perkeretaapian Kemenhub, dan stakehokder teekait. (omy)

 

Keyword

Artikel Terkait :

-