press enter to search

Selasa, 01/12/2020 09:06 WIB

CSAS Gelar Webinar Normal Operation Safety Survey for Air Navigation Service Provider

Redaksi | Senin, 16/11/2020 11:21 WIB
CSAS Gelar Webinar Normal Operation Safety Survey for Air Navigation Service Provider Webinar bekerja sama dengan Kantor Kepentingan Indonesia Pada ICAO (KKIP-ICAO) yang didukung Airnav Indonesia, Politeknik Penerbangan Makassar, Asosiasi Profesi Penerbangan (IATCA, IACA and INAIMA).

MONTREAL (Aksi.id) - Senin, 16 November 2020 pukul 08.00 WIB, Centre For Strategic and Aviation Studies (CSAS)  menyelenggarakan diskusi Webinar secara daring dengan topik “Normal Operation Safety Survey (NOSS) for Air Navigation Service Provider (ANSP).”

Webinar bekerja sama dengan Kantor Kepentingan Indonesia Pada ICAO (KKIP-ICAO) yang didukung oleh Airnav Indonesia, Politeknik Penerbangan Makassar, Asosiasi Profesi Penerbangan (IATCA, IACA and INAIMA).

Tujuan dari Webinar ini adalah untuk melakukan diseminasi informasi terhadap kemampuan dan capaian, sharing pengetahuan dan pengalaman serta implementasi terbaik terkait Normal Operation Safety Survey di Indonesia, dari Airnav Indonesia, pelaku usaha dan masyarakat.

Pada Webinar ini CSAS mengundang beberapa narasumber yang kompeten sesuai bidangnya yaitu;Vic Van Der Westhuizen ICAO expert,Bambang Rianto (Direktur safety, security and standardization Airnav Indonesia ), Herman Proterius (ICAO Air Navigation Comission), Bernard Partogi (Garuda Indonesia), Mr. Wamildan (Batik Air), Oni (AirNav Indonesia), Mr Pramita Widjaja and other Branch Airnav Office.

Terhimpun sebanyak 1736 partisipan yang mendaftar pada Webinar ini dengan total 725 partisipan yang mengikuti Live via Zoom dan selebihnya mengikuti Live on YouTube. Kepada para partisipan yang telah mendaftar melalui link pendaftaran diberikan E-Document Regulasi ICAO, Presentasi PDF, E-Book dan Sertifikat Kehadiran yang akan dikirim melalui E-Mail.

Dari hasil diskusi Webinar ini didapati kesimpulan dan rekomendasi dari para narasumber yaitu; Dalam mengamati pendekatan seperti bisnis terhadap keselamatan yang mendasari Sistem Manajemen Keselamatan (SMS), terbukti bahwa untuk mempertahankan keselamatan dalam sistem penerbangan modern, diperlukan metodologi pengumpulan data yang proaktif, untuk melengkapi sistem reaktif yang ada. Untuk itu, sistem akuisisi data elektronik dan program pelaporan mandiri non-bahaya diperkenalkan untuk mengumpulkan data keselamatan dari operasi normal.

Tambahan terbaru untuk metodologi pengumpulan data keselamatan proaktif ini adalah sistem akuisisi data yang didasarkan pada pengamatan langsung terhadap personel operasional selama operasi normal.

NOSS diperkenalkan berdasarkan rekomendasi 2/5 dari Konferensi Navigasi Udara Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) ke-11, yang diadakan di Montreal pada tahun 2003, yang berbunyi: “Bahwa ICAO memprakarsai studi tentang pengembangan materi panduan untuk pemantauan keselamatan selama udara normal operasi layanan lalu lintas, dengan mempertimbangkan, namun tidak terbatas pada, program audit keselamatan operasi lini (LOSA) yang telah dilaksanakan oleh sejumlah maskapai penerbangan. ”

Meskipun NOSS berbeda dari LOSA dalam banyak hal, ada juga kesamaan dalam metodologi yang diterapkan oleh keduanya. NOSS dan LOSA keduanya didasarkan pada kerangka kerja Manajemen Ancaman dan Kesalahan (TEM). NOSS dikembangkan dengan bantuan Kelompok Studi NOSS ICAO dan didasarkan pada metode serupa yang digunakan di lingkungan dek penerbangan.

Dengan adanya webinar ini ANSP di Indonesia akan mengimplementasikan NOSS di Indonesia secara bertahap. Airnav dan CSAS Indonesia akan mengadakan webinar dan diskusi lanjutan agar NOSS bisa di jalankan untuk oprasional penerbangan yang kebih baik.

Diinforkan bahwa minggu 2 depan, Centre For Strategic and Aviation Studies (CSAS) bekerja sama dengan Kantor Kepentingan Indonesia Pada ICAO (KKIP-ICAO) akan mengadakan Webinar Series berikutnya dengan tema Kesadaran Cyber Security pada Manajemen Lalu Lintas Penerbangan. (awe).