press enter to search

Kamis, 21/01/2021 17:52 WIB

Zeena Ali, Polisi Berhijab Pertama dalam Sejarah Selandia Baru

bondan | Rabu, 18/11/2020 06:18 WIB
Zeena Ali, Polisi Berhijab Pertama dalam Sejarah Selandia Baru Zeena Ali. Foto: The Siasat Daily

SELANDIA BARU (Aksi.id) - Zeena Ali (30) menjadi polisi berhijab pertama di Selandia Baru. Ini merupakan sejarah baru di negara itu saat mengijinkan seorang polisi berseragam mengenakan hijab.

Zeena Ali merupakan lulusan baru atau fresh graduate dari sebuah sekolah kepolisian. Dia lulus pekan lalu.

Ali mengaku senang menjadi anggota kepolisian dengan tetap bisa menggunakan atribut agamanya.

“Senang rasanya bisa bekerja sebagai Kepolisian Selandia Baru dan tetap menggunakan hijab sebagai bagian dari seragam saya. Saya harap akan lebih banyak perempuan Muslim yang ingin bergabung juga (di kepolisian),” katanya, dilansir dsri About Islam, Selasa (17/11/2020).

Ali lahir di Fiji dan pindah ke Selandia Baru saat masih kecil. Ali memutuskan bergabung dengan Kepolisian Selandia Baru setelah serangan teror di Christchurch yang menewaskan 51 Muslim.

“Saat itulah saya menyadari harus ada perempuan Muslim yang bertugas di kepolisian, untuk membantu dan memberikan mendukung kepada orang-orang Muslim di saat genting seperti ini. Jika saja saya bergabung dengan kepolisian lebih awal, saya pasti ada di sana untuk membantu,” katanya.

Menurut Ali, kebanyakan perempuan Muslim takut berbicara kepada polisi. Bahkan lebih mungkin mereka akan menutup pintu saat seorang polisi datang dan mengajak bicara.

“Jika saja kita memiliki lebih banyak polisi perempuan di garis depan, tentu kita akan dapat mengurangi lebih banyak kejahatan,” ujarnya

Muslim di Selandia Baru hanya sekitar satu persen dari total populasi. Mereka berasal dari imigran Muslim Asia Selatan dan Eropa Timur yang menetap di Selandia Baru pada awal 1900-an hingga 1960-an.

Imigrasi Muslim skala besar dimulai pada 1970-an dengan datangnya orang Indian Fiji, diikuti pada 1990-an oleh pengungsi dari berbagai negara yang dilanda perang. Pusat Islam pertama dibuka pada 1959 dan sekarang terdapat beberapa masjid dan dua sekolah Islam. (Islampos.com)