press enter to search

Selasa, 01/12/2020 09:47 WIB

Wali Kota Bima Arya: Sekolah Tatap Muka di Bogor Mulai 11 Januari, Dibuka Bertahap

Redaksi | Sabtu, 21/11/2020 21:35 WIB
Wali Kota Bima Arya: Sekolah Tatap Muka di Bogor Mulai 11 Januari, Dibuka Bertahap Wali Kota Bogor Bima Arya.

BOGOR (Aksi.id) - Pemerintah pusat telah menyerahkan pembukaan sekolah tatap muka mulai Januari 2021 kepada pemerintah daerah (Pemda) berkoordinasi dengan kepala sekolah dan orang tua siswa.

Menanggapi hal ini, Wali Kota Bogor, Bima Arya, akan memberikan izin bagi sekolah di Bogor untuk melakukan pembelajaran tatap muka secara bertahap mulai 11 Januari.

"Kami juga menyepakati bahwa pembelajaran tatap muka bisa dilakukan pada bulan Januari, dimulai pada tanggal 11 Januari secara bertahap, jadi tidak sekaligus," kata Bima Arya dalam konferensi pers secara virtual, Sabtu (21/11).

Pembelajaran tatap muka ini bisa dilakukan dengan syarat yakni mendapat izin dari Pemda, Komite Sekolah dalam hal ini orang tua siswa dan kepala sekolah. Untuk itu, bagi sekolah yang ingin melakukan pembelajaran tatap muka diminta untuk mengajukan permohonan kepada Pemerintah Kota Bogor.

"Apabila tidak ada kesepakatan dengan komite sekolah maka tidak bisa mengajukan izin sekolah tatap muka," katanya.

Selain izin, sekolah juga harus menyiapkan 3 aspek utama untuk pembelajaran tatap muka ini. Pertama sistem pengajarannya harus jelas.  

Saat ini Dinas Pendidikan sedang merumuskan sejumlah opsi pembelajaran, seperti hybrid atau campuran antara jarak jauh dengan tatap muka. Sehingga tidak langsung belajar tatap muka seluruhnya tetapi masih selang-seling dengan komposisi kehadiran siswa di kelas 30 sampai 50 persen.

Kedua, melengkapi daftar periksa yakni akan ada checklist yang harus dipenuhi terkait protokol kesehatan dan fasilitas kesehatan di sekolah. Ketiga lingkungan di luar sekolahnya.

"Kami tidak ingin apabila sekolah sudah siap, sistem pengajarannya sudah baik, protokol kesehatan di lingkungan sekolah baik, tetapi di luar sekolahnya anak-anak sangat berisiko untuk berkerumun, mungkin di kantin depan sekolah atau di mana," ucapnya.

Untuk sekolah yang dibuka akan dimulai oleh tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) terlebih dulu, baru kemudian menyusul tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Dasar (SD).  

Keputusan untuk memberikan izin pembelajaran tatap muka ini, lanjut Bima, karena selama ini dia melihat Pembelajaran Jarak Jauh tidak terlalu efektif bagi siswa, sekolah dan orang tua. Meski begitu Pemkot Bogor akan terus mengevaluasi kebijakan pembelajaran tatap muka ini agar kasus corona tidak semakin bertambah besar. (ds/sumber Kumparan.com)