press enter to search

Senin, 25/01/2021 12:02 WIB

Libur Akhir Tahun Dipangkas, Sektor Wisata di Kabupaten Bandung Barat Makin Sulit Bangkit

Dahlia | Senin, 23/11/2020 20:40 WIB
Libur Akhir Tahun Dipangkas, Sektor Wisata di Kabupaten Bandung Barat Makin Sulit Bangkit Foto: ilustrasi

BANDUNG BARAT,  (aksi.id)  - Pemangkasan libur, cuti bersama akhir tahun, dan libur pengganti cuti bersama Idul Fitri oleh pemerintah pusat, dikhawatirkan berdampak pada sektor pariwisata. Angka kunjungan wisatawan dan okupansi hotel dan penginapan, tidak akan maksimal akibat waktu liburan menjadi lebih pendek.

"Berapapun hari libur nanti yang dipangkas akan berimbas pada kunjungan wisatawan ke Bandung Barat," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung Barat, Sri Dustirawati, Senin (23/11/2020).

Sri mengemukakan, awalnya dengan libur panjang di akhir tahun, diharapkan bisa menambah angka kunjungan wisatawan pada tahun ini yang sangat menurun akibat pandemi Covid-19. Namun akibat pemangkasan libur terjadi, sektor wisata akan mengalami kondisi sulit untuk bangkit.

Sebenarnya, ujar dia, geliat sektor wisata di KBB mulai terlihat sejak dicabutnya aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kemudian ada beberapa momen libur panjang, juga membuat pengelola wisata bisa bernafas lega. Meski belum signifikan dan seperti kondisi normal, tapi ada wisatawan yang datang ke tempat mereka.

"Saat ini mulai membaik. Walau jika dibandingkan kondisi normal, masih sangat jauh. Okupansi hotel sudah beranjak naik sekitar 35%, kunjungan ke objek wisata pun sama, meski masih di bawah 50%," ujarnya.

Pihaknya kini sudah berkoordinasi dengan Dinkes KBB dan Jabar untuk melakukan swab tes gratis bagi pekerja di sektor industri pariwisata. Di antaranya para pekerja hotel, destinasi, dan restoran dan cafe.

"Pengusaha sudah komitmen untuk menerapkan protokol kesehatan, agar wisatawan yang travelling merasa nyaman. Walaupun carring capacity-nya masih dibatasi maksimal 50%," tutur Sri.

Total kunjungan wisatawan tahun lalu ke KBB, kata dia, mencapai 6,4 juta orang. Namun sampai akhir Oktober 2020, wisatawan yang berkunjung ke berbagai objek wisata di KBB baru 1,3 juta jiwa. Meski tahun ini belum tutup buku, akan sulit untuk menyamai kunjungan wisatawan tahun lalu.

"Kita realistis saja, karena sektor wisata adalah salah satu yang paling terdampak akibat pandemi COVID-19. Makanya adanya agenda libur akhir tahun, tidak akan mendongkrak (kunjungan) terlalu banyak juga," kata Sri.

(lia/sumber:inews.id)