press enter to search

Senin, 25/01/2021 16:26 WIB

Kakak Asyik Main TikTok, Adik Terpeleset Tenggelam Tewas di Kolam Renang

Redaksi | Selasa, 24/11/2020 21:44 WIB
Kakak Asyik Main TikTok, Adik Terpeleset Tenggelam Tewas di Kolam Renang Kolam renang tempat bocah tewas.

BULELENG (Aksi.id) -Seorang bocah perempuan berinisial KDJ (8) ditemukan tewas di dasar kolam renang di Villa Sanghyang, Desa Sambirenteng, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Bali, Senin (23/11) kemarin pagi. Korban diketahui terpeleset dan jatuh ke dasar kolam saat kakaknya sedang asyik bikin konten TikTok.

"Iya, telah terjadi peristiwa orang meninggal tenggelam di dasar kolam renang," kata Kasubag Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya, Selasa (24/11).

Sumarjaya menjelaskan kronologi kematian korban. Saat itu korban datang bersama kakaknya dan dua teman kakaknya ke TKP pukul 10:00 Wita dengan tujuan menyewa lokasi digunakan membuat video dan foto-foto serta berenang dengan membayar Rp35 ribu.

Setibanya di lokasi, korban langsung bermain di pinggir kolam yang awalnya diawasi oleh kakak dan teman kakaknya. Selanjutnya, korban ditinggal oleh kakak dan temanya untuk membuat video serta foto di sekitar areal villa sejauh 8 meter dari kolam renang.

Sebelumnya, tukang kebun dan pemilik villa tersebut sempat mengingatkan kakak dan temanya agar korban tidak diizinkan bermain di pinggir kolam karena dikhawatirkan tidak bisa berenang. Namun sang kakak mengatakan bahwa adiknya bisa berenang.

Selanjutnya, sekitar 15 menit selesai berfoto dan membuat video, korban melihat adiknya sudah tidak ada di pinggir kolam. Kemudian, mencari dan menemukan adiknya sudah tenggelam di dasar kolam dalam keadaan sudah meninggal.

"Selanjutnya korban dibawa ke Puskesmas Tejakula I. Hasil pemeriksaan medis korban meninggal karena tenggelam pada air tawar dengan ciri-ciri mulut korban berbuih, keluar kotoran pada anus, tubuh sudah nampak kaku dan didapatkan luka lebam pada bagian dahi bawah warna biru," ujar dia.

Sementara, hasil koordinasi polisi dengan keluarga korban bahwa keluarga korban menerima dan mengikhlaskan kematian korban dan menolak dilakukan otopsi terhadap korban serta tidak melakukan tuntutan secara hukum terhadap pihak manapun.

"Korban meninggal diduga karena terpeleset, menyebabkan dahi terbentur selanjutnya korban pingsan, tenggelam dan meninggal di dasar kolam," ujar Sumarjaya. (ds/sumber Merdeka.com)

Artikel Terkait :

-