press enter to search

Kamis, 28/01/2021 02:22 WIB

Tentara Azerbaijan Masuki Kalbajar, Distrik Kedua di Karabakh yang Diserahkan Armenia

Redaksi | Rabu, 25/11/2020 21:42 WIB
Tentara Azerbaijan Masuki Kalbajar, Distrik Kedua di Karabakh yang Diserahkan Armenia Rombongan Tetara Azerbaijan.

BAKU Aksi.id) - Pasukan Azerbaijan memasuki Distrik Kalbajar, Rabu (25/11/2020). Ini adalah wilayah kedua dari tiga yang harus dikembalikan Armenia kepada Azerbaijan, sebagai bagian dari kesepakatan untuk mengakhiri pertempuran di Nagorno-Karabakh.

“Unit tentara Azerbaijan memasuki wilayah Kalbajar pada 25 November,” ungkap Kementerian Pertahanan Azerbaijan dalam sebuah pernyataan di Baku, seperti dikutip AFP.

Turki dan Rusia Disebut-sebut Berselisih soal Pengawasan Gencatan Senjata di Karabakh
Menurut kementerian itu, masuknya tentara Azerbaijan ke Kalbajar sudah berdasarkan kesepakatan yang ditandatangani awal bulan ini dengan Armenia dan Rusia.

Pada mulanya, Distrik Kalbajar dijadwalkan untuk diserahkan ke Azerbaijan pada 15 November. Akan tetapi, batas waktu tersebut ditunda oleh pihak Azerbaijan karena alasan kemanusiaan.

“Pekerjaan teknik telah diselesaikan untuk memastikan pergerakan unit kami ke arah ini, jalan pegunungan yang sulit di sepanjang rute pergerakan pasukan sedang dibersihkan dari ranjau dan dipersiapkan agar digunakan,” kata pernyataan kementerian itu.

Armenia setuju untuk menyerahkan tiga distrik di sekitar Karabakh yakni Agdam, Kalbajar, dan Lachin. Penyerahan tiga distrik itu sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata antara Azerbaijan dan Armenia.

Distrik Agdam diserahkan kepada Azerbaijan pada 20 November, sedangkan Lachin akan diserahkan pada 1 Desember.

Perang selama berminggu-minggu di wilayah Nagorno–Karabakh dimenangkan Azerbaijan—yang berhasil merebut kembali sebagian wilayah yang dirampas kelompok separatis Armenia dalam perang pada 1990-an.

Bentrokan di Nagorno-Karabakh antara pasukan Azerbaijan dan Armenia meletus pada akhir September lalu, memicu kembali konflik berkepanjangan dua negara bekas Uni Soviet tersebut di wilayah pegunungan itu.

Kesepakatan damai dicapai setelah enam minggu pertempuran sengit yang membuat militer Azerbaijan membanjiri pasukan separatis Armenia dan mengancam akan maju ke kota utama Karabakh, Stepanakert.

Berdasarkan perjanjian damai itu, Armenia kehilangan kendali atas tujuh wilayah yang pernah direbut pada 1990-an—yang menewaskan 30.000 orang dan membuat banyak orang Azerbaijan yang dulu tinggal di Karabakh mengungsi.

Kendati demikian, kelompok separatis Armenia masih mempertahankan kendali atas sebagian besar wilayah Karabakh di era Soviet. Sekitar 2.000 tentara penjaga perdamaian dari Rusia telah ditempatkan di sepanjang daerah garis depan dan untuk melindungi koridor strategis Lachin yang menghubungkan Karabakh dengan Armenia. (ds/sumber iNews.id)

Artikel Terkait :

-