press enter to search

Senin, 25/01/2021 11:21 WIB

Saran SCI : UMKM Kolaborasi dalam tangani proses logistik

Wilam chon | Kamis, 26/11/2020 17:03 WIB
Saran SCI : UMKM  Kolaborasi dalam tangani proses logistik Peserta Kamis Manis Ngobrol Bisnis

BANDUNG (Aksi.id)-Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) disarankan berkolaborasi dalam menangani proses logistiknya agar mencapai ekonomi skala.

"Kebutuhan konsolidasi ini menjadi peluang dan tantangan bagi perusahaan penyedia jasa logistik," kata CEO Ruang Logistik Setijadi pada acara “Kamis Manis Ngobrol Bisnis” yang digelar Kadin Kota Bandung, Kamis (26/11/2020).

Setijadi yang juga Chairman Supply Chain Indonesia (SCI)
pada acara bertajuk “Strategi Ekspor Bagi UMKM di Era Digitalisasi” menyatakan pelaku UMKM perlu memahami pengelolaan logistik untuk peningkatan daya saing.

Ketua Kadin Kota Bandung Iwa Gartiwa mengatakan pandemi Covid-19 berdampak terhadap masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang merupakan lapangan kerja bagi lebih dari 90 juta orang atau sekitar 97% tenaga kerja di Indonesia.

Saat ini entrepreneur menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Suatu penelitian menyebutkan sebuah negara dinilai maju apabila 15% dari jumlah penduduknya adalah entrepreneur atau wirausaha.

Iwa menjelaskan Kadin Kota Bandung membentuk Kadinpreneur, Studentpreneur, dan Pensiunprenuer untuk memfasilitasi para pelaku UMKM dalam bentuk konsultasi dan sharing mengenai usaha baik antara pelaku UMKM dan Kadin maupun antar UMKM sendiri.

Kadin Kota Bandung menyelenggarakan acara “Kamis Manis Ngobrol Bisnis” secara rutin agar UMKM mempunyai komunitas dan jejaring serta berdiskusi dan sharing untuk mendapatkan solusi serta saling mendorong dan memasarkan produk UMKM.

Salah satu masalah dalam inbound logistics adalah ketergantungan terhadap bahan baku yang sebagian besar adalah impor dan volumenya yang kecil. Sementara, masalah outbound logistics terutama proses pengiriman produk terutama tujuan ekspor.

Pelaku UMKM juga menghadapi masalah pengemasan agar produk dapat sampai dalam kondisi yang baik hingga ke konsumen domestik maupun luar negeri.

Pada kesempatan yang sama, Senior Consultant SCI Widia Erlangga menyebutkan kontribusi Industri Kecil Menengah (IKM) mendominasi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 57% PDB dan berkontribusi dalam ekspor nasional sebanyak 16%.

Kebutuhan utama IKM adalah permodalan, bahan baku, alat produksi, dan pasar hasil produksi. Sebagian besar bahan baku yang dibutuhkan oleh IKM/UMKM menggunakan bahan baku impor maupun lokal.

Senada dengan Setijadi, Widia yang juga menjabat Sekjen Asosiasi Pengusaha Industri Kecil Menengah Indonesia (APIKMI) menyatakan IKM/UMKM memerlukan konsolidator untuk kebutuhan bahan baku.

Para pelaku IKM/UMKM juga memerlukan operator yang kompetitif untuk logistik pengiriman hasil produksinya. Para pelaku dapat bekerja sama dengan perusahaan kurir, perusahaan freight forwarding, dan perusahaan konsolidator laut maupun udara (wilam)

 

Keyword UMKM