press enter to search

Senin, 25/01/2021 10:28 WIB

Istana Kirim Sinyal Prabowo Subianto Tak Dibutuhkan Istana, Rocky Gerung: Ada Dua Tiga Lagi Lho

Redaksi | Jum'at, 27/11/2020 09:17 WIB
Istana Kirim Sinyal Prabowo Subianto Tak Dibutuhkan Istana, Rocky Gerung: Ada Dua Tiga Lagi Lho Prabowo Subianto ditelepon Menteri Pertahanan Jepang. /Instagram/@rizky_irmansyah

Aksi.id - Rombongan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Bandara Soekarno-Hatta sepulang lawatannya dari Amerika Serikat, Rabu 25 November 2020, dini hari.

Dalam konferensi pers semalam, Edhy Prabowo sebagai tersangka oleh KPK atas kasus dugaan suap terkait perizinan tambak, usaha, dan atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020.

Pengamat politik Rocky Gerung  menangkap pesan terhadap penangkapan Edhy Prabowo  sebagai sebuah sinyal politik dari Istana.  

 

Tangkapan Layar Herusubeno Arief (kiri), Rocky Gerung (kanan):*
Tangkapan Layar Herusubeno Arief (kiri), Rocky Gerung (kanan):* Youtube/Rocky Gerung Official

 

Dalam perbincangannya dengan Hersubeno Arif pada tayangan video di akun Youtube Rocky Gerung Official, ia menafsirkan penangkapan Edhy bisa saja menjadi pertanda Menteri Pertahanan Prabowo Subianto tak lagi dibutuhkan oleh Istana.

Status Prabowo Subianto saat ini merupakan Ketua Umum Partai Gerindra sementara Edhy Prabowo sebagai Wakil Ketua Umumnya.

Dugaan sinyal Istana dibalik penangkapan ini diperkuat dengan keanehan postur politik di Istana usai kepulangannya  Prabowo dari Amerika Serikat beberapa waktu lalu.

Salah satu yang disoroti adalah ketiadaan poin khusus yang disampaikan Prabowo kepada publik, seusai melakukan pertemuan dengan Menteri Pertahanan AS.

"Lalu, tiba-tiba Luhut juga ada di sana (AS) jadi orang menduga-duga Luhut ingin mengecek apa yang dilakukan Prabowo di sana," ungkapnya.

Selain itu, muncul spekulasi baru alasan Habib Rizieq Shihab diizinkan pulang oleh pemerintah Arab Saudi. Hal ini dikaitkan dengan perubahan makro politik global.

"Turunannya politik Istana, mulai saling pasang jangkar baru supaya enggak goyang kapalnya atau ada yang sengaja memutus rantai, supaya terlihat mana yang bisa di pertahankan Jokowi, mana yang tak berhak ada di Istana," katanya.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi tak memiliki kemampuan menganalisis situasi yang ada. Ketidakmampuan Jokowi tersebut membuat politik di Istana saling `mengamputasi`.

Rocky menduga ada dua menteri sedang melakukan negosiasi ulang dengan kekuasaan. Mereka berupaya melakukan tukar tambah menteri baru.

"Prabowo pasti mampu dan sudah membaca, dia tahu efek panjangnya nih. Dia mungkin kirim sinyal, ada dua tiga lagi lho yang lain, jangan gue doang yang dikerjain," tutur Rocky.

KPK menetapkan Edhy Prabowo sebagai tersangka atas kasus dugaan suap terkait perizinan tambak, usaha, dan atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020.

Selain Edhy, KPK juga menetapkan enam tersangka lain. Namun, dua di antaranya masih buron.  Mereka adalah Amiril Mukminin (AM) dan Andreau Pribadi Misata (APM). (ny/Sumber: Galamedianews.com)