press enter to search

Selasa, 19/01/2021 04:01 WIB

Warga Miskin di Kota Bekasi Naik 37% Selama Pandemi Corona

Dahlia | Senin, 30/11/2020 19:24 WIB
Warga Miskin di Kota Bekasi Naik 37% Selama Pandemi Corona Foto: ilustrasi

BEKASI (aksi.id) - Data Pemerintah Kota Bekasi, jumlah warga miskin bertambah 37 persen selama pandemi Covid-19.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Dinas Sosial Kota Bekasi, Asep Kadarisman saat dikonfirmasi, Senin (30/11/2020).

Dari data yang dihimpun Dinas sosial, jumlah warga miskin awal tahun 2019 sampai Juli 2019 sebanyak 106.138 orang.

Sedangkan dari awal Juli 2019 sampai Agustus 2020 sudah mencapai 152.002 orang.

"Dari 106.000 ke 152.000. Diperkirakan naik 37 persen," kata Asep.

Asep menjelaskan, pandemi menyebabkan sejumlah sektor usaha kesulitan berkembang, bahkan gulung tikar.

Kondisi ini yang membuat lapangan pekerjaan di Kota Bekasi semakin menipis.

"Jadi masyarakat datang dari kampung ke sini karena dijanjikan pekerjaan. Ketika Covid datang, pekerjaan berhenti, tapi mereka yang datang sudah ber-KTP Bekasi," kata dia.

Kondisi inilah yang membuat penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) semakin menjamur di Kota Bekasi.

Untuk mengantisipasi hal ini, Dinas Kesehatan sudah menyiapkan beberapa bantuan bentuk usaha bagi para warga yang tergolong kurang mampu.

Salah satunya pelatihan di bidang usaha cuci pakaian atau laundry.

"Ada usaha pemberian barang usaha laundry, untuk meningkatkan usaha atau penghasilan bagi masyarakat miskin yang terdampak Covid," kata dia.

Nantinya, pemberian fasilitas dan pelatihan ini diperuntukkan satu kelompok warga yang berisi lima sampai 10 orang.

Program ini, lanjut Asep, akan digelar di beberapa titik kecamatan kota Bekasi.

"Rencana di kecamatan Jakasampurna, lalu kecamatan Jatiasih dan beberapa kecamatan lagi. Mereka jadi sampel saja. Karena kami melihat kelurahan mana yang mendukung diadakan programnya," kata dia.

Jika program ini dirasa berhasil membuka lapangan pekerjaan, maka Pemkot Bekasi akan memperluas program di kecamatan lain.

Dia berharap upaya ini dapat menjadi salah satu jalan untuk memutuskan mata rantai kemiskinan di Kota Bekasi.

(lia/sumber:kompas.com)