press enter to search

Selasa, 26/01/2021 22:35 WIB

Marine Inspector Ditkapel Uji Kelaiklautan Kapal Penumpang di Pelabuhan Manokwari

Dahlia | Kamis, 03/12/2020 20:35 WIB
Marine Inspector Ditkapel Uji Kelaiklautan Kapal Penumpang di Pelabuhan Manokwari Pemeriksaan kapal di Pelabuhan Manokwari (Hms Hubla)

MANOKWARI (aksi.id) –  Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Perkapalan dan Kepelautan telah melakukan uji petik di Pelabuhan Manokwari 1-2 Desember 2020. 

Tim uji petik dipimpin Radzaman, Kepala Seksi Keselamatan Kapal Barang dan Peti Kemas dengan beberapa anggota Pejabat Pemeriksa Keselamatan Kapal/Marine Inspector Direktorat Perkapal dan Kepelautan. 

Ini bagian dari persiapan Angkutan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

 

 

Tim uji petik melakukan pemeriksaan dan uji petik terhadap dua kapal penumpang milik PT PELNI (Persero) diantaranya adalah kapal KM. Labobar (GT.15.136) dengan kapasitas 6.769 orang dan KM. Ciremai (GT.14.403) dengan Kapasitas – 2.793 orang di Pelabuhan Manokwari.

“Uji petik dilakukan mulai dari verifikasi sertifikat dan dokumen di atas kapal, pemeriksaan  status hukum kapal, keselamatan kapal, manajemen keselamatan kapal, pencegahan pencemaran dan pengawakan kapal, pengujian beberapa alat keselamatan kapal serta peralatan Navigasi," urai Radzaman, Kamis (3/12/2020).  

Uji petik ini untuk memastikan kapal-kapal penumpang tersebut nantinya dapat digunakan oleh para pemudik dengan layak dan aman sesuai persyaratan kelaiklautan kapal.

Berdasarkan pemeriksaan dan uji petik terhadap kapal-kapal penumpang tersebut, tim uji petik menyatakan bahwa secara umum kondisi kapal-kapal penumpang tersebut dalam keadaan baik dan laiklaut. 

Namun masih terdapat beberapa temuan minor yang perlu diberikan catatan rekomendasi untuk segera dilengkapi dan diperbaiki oleh pihak kapal dan perusahaan seperti sebagian alat pendeteksi asap (smoke detector) kurang berfungsi serta didapati petugas yang masih butuh drill dalam pengoperasian alat keselamatan. 

“Beberapa temuan minor dan kekurangan yang ditemukan di dalam kapal, diminta segera ditindaklanjuti dan diperbaiki sebelum memasuki masa libur Nataru, tuturnya. (omy)