press enter to search

Jum'at, 22/01/2021 03:53 WIB

Ajinomoto Kembali Buka Beasiswa S2 di Tujuh Universitas Jepang

Redaksi | Selasa, 15/12/2020 13:31 WIB
Ajinomoto Kembali Buka Beasiswa S2 di Tujuh Universitas Jepang Penerima Beasiswa S2 Ajinomoto Foundation (dok:laman ajinomoto.co.id)

JAKARTA (aksi.id) - Beasiswa program pascasarjana (S2) bagi mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan kuliahnya di tujuh universitas yang ada di Jepang, kembali dibuka Ajinomoto Foundation.

Tujuh universitas tersebut, yaitu University of Tokyo, Kyoto University, Ochanomizu University, Kagawa Nutrition University, Nagoya University, Tokyo Institute of Technology, dan Waseda University.

Untuk tahun ajaran 2022, beasiswa akan diberikan dalam bentuk tunjangan sejumlah 1.800.000 yen sebagai Research Student (selama satu tahun), 6.480.000 yen sebagai Master Course Student (selama dua tahun), tanggungan penuh biaya perkuliahan (tuition fees), admisi, dan full examination, serta tiket pesawat berangkat ke Jepang.

Salah satu syarat bagi calon penerima beasiswa, yaitu harus tertarik melanjutkan studi (Research + Master Program) pada bidang Teknologi Pangan atau Gizi, dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 3,50.

Selain itu, syarat lainnya usia calon penerima beasiswa maksimal 35 tahun, sangat tertarik untuk mempelajari kebudayaan dan bahasa Jepang.

Calon penerima beasiswa juga harus memiliki kondisi fisik dan mental yang prima, serta memiliki motivasi yang tinggi untuk terus belajar dan mengembangkan diri.

Dwina Juliana Warman, 26 tahun, asal Bogor, Jawa Barat, salah satu penerima program beasiswa Ajinomoto pada tahun ajaran 2020. Dwina merupakan Sarjana Teknologi Pertanian lulusan Institut Pertanian Bogor.

Saat ini Dwina mengambil master program (S2) di Graduate School of Agricultural and Life Sciences, Department of Applied Biochemistry, The University of Tokyo, di bawah bimbingan Profesor Hisanori Kato, Ph D.

Dwina mulai kuliah sejak April 2020, dan diproyeksikan akan lulus pada April 2023 dengan gelar Master of Science (M.Sc). Namun, masa awal perkuliahan dijalani dirinya dengan beberapa tantangan yang disebabkan adanya pandemi COVID-19.

"Karena pandemi, saya kuliah online dari Indonesia selama 8 bulan. Jujur, kalau stres itu pasti dan tantangan juga cukup banyak, tapi saya sangat bersyukur memiliki support system yang luar biasa, khususnya Ajinomoto Scholarship Foundation dan juga pihak kampus, sehingga satu per satu tantangan dapat terlewati dengan baik," kata Dwina dalam siaran pers, Selasa (15/12).

Program beasiswa Ajinomoto rutin diberikan setiap tahun sejak 2010. Info Beasiswa dapat diunduh melalui Beasiswa S2 Ajinomoto (Della/antaranews.com)