press enter to search

Kamis, 04/03/2021 06:42 WIB

Kasus Covid-19 di India Lampaui 10 Juta

Dahlia | Sabtu, 19/12/2020 14:11 WIB
Kasus Covid-19 di India Lampaui 10 Juta Foto: ilustrasi

Jakarta (aksi.id) - Kasus infeksi virus corona di India hingga saat ini melonjak melewati 10 juta pada Sabtu (19/12). Data resmi Kementerian Kesehatan India mencatat penambahan kasus baru dalam sehari dengan jumlah terendah selama tiga bulan terakhir, hingga saat ini total 10.004.825 kasus.

Dalam kurun waktu 24 jam terakhir penambahan kasus baru telah turun menjadi 25.251 dari sebelumnya nyaris menyentuh 100 ribu kasus baru pada pertengahan September.

Pandemi corona sejauh ini telah menginfeksi nyaris satu persen dari total 1,3 miliar warga India.

Sementara itu pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh dalam 24 jam terakhir mencapai 9,6 juta dengan 347 kematian baru menjadi total korban meninggal 145.136 jiwa.

Hingga saat ini India masih menjadi negara dengan kasus infeksi corona tertinggi di dunia setelah Amerika Serikat. Sejauh ini juga hanya India dan AS yang melaporkan kasus Covid-19 menyentuh dua digit.

Ahli kesehatan pemerintah India, Randeep Guleria mewaspadai peningkatan kasus baru memasuki musim dingin.

"Jika kami dapat mempertahankan tren penurunan kami selama dua hingga tiga bulan ke depan, kami harus dapat memulai program vaksinasi dan mulai menjauh dari pandemi," kata Guleria kepada Associated Press.

Kendati kasusnya masih tinggi, Kemenkes India menyebut tren penyebaran virus corona mulai mengalami penurunan. Warga di ibu kota New Delhi, episenter penularan virus corona di India mengaku sudah tidak terlalu khawatir dengan penyebaran Covid-19.

"Jelas tingkat ketakutan telah turun seiring waktu. Awalnya, itu lebih menakutkan. Sekarang kami tidak terlalu khawatir," kata ibu rumah tangga Huma Zaidi.

"Tapi kami tetap berhati-hati seperti memakai masker saat keluar dan menghindari pertemuan sosial."

Pemerintah India mengungkap akan mulai melakukan vaksinasi corona bagi warganya pada Juli tahun depan. Di tahap awal rencananya 300 juta orang termasuk petugas kesehatan dan pekerja di garda depan pandemi akan disuntikkan vaksin.

Sementara itu hingga kini India belum menyetujui satu pun dari lima kandidat vaksin corona. Fase uji klinis lima kandidat vaksin corona telah dilakukan di India.

Produsen vaksin terbesar di duia, Institut Serum India memiliki lisensi untuk memproduksi vaksin AstraZeneca. Selain itu vaksin Bharat Biotech India juga diharapkan mendapat izin darurat penggunaan dalam beberapa pekan ke depan.

(lia/sumber:cnnindonesia.com)