press enter to search

Rabu, 20/01/2021 07:38 WIB

Sri Mulyani dan Menkes Budi Gunadi Teken Formulir untuk 100 Juta Dosis Vaksin Covax

Dahlia | Kamis, 07/01/2021 18:13 WIB
Sri Mulyani dan Menkes Budi Gunadi Teken Formulir untuk 100 Juta Dosis Vaksin Covax Foto: ilustrasi

JAKARTA (aksi.id)  - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menandatangani formulir vaksin Gavi Covax Facility pada Kamis sore (7/1/2021). Penandatanganan tersebut sebagai tindak lanjut dari kerja sama pemerintah Indonesia dengan Aliansi Vaksin Dunia (Gavi) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)

Formulir bagian B yang akan ditandatangani hari ini merupakan bagian dari formulir Gavi Covax Facility yang akan melengkapi keikutsertaan Indonesia dalam skema Covax Facility. Sebelumnya formulir bagian A yang berisi tentang hal teknis terkait dengan informasi umum, rencana target vaksinasi, karakter vaksin, peraturan tentang keamanan (safety) dan kesiapsiagaan (prepartness) serta kapasitas dan logistik rantai dingin telah lebih dahulu ditandatangani oleh Kemenkes pada 7 Desember 2020.

"Proses pengisian vaksin B ini melibatkan kementerian dan lembaga (K/L) untuk memastikan kesesuaian dan melakukan review kelayakan Indonesia untuk mendapatkan vaksin dengan subsidi penuh hingga 20 persen populasi," ujar Sekretaris Jenderal Kemenkes Oscar Primadi dalam konferensi pers secara virtual. 

Nantinya, Gavi Covax Facility menyediakan 100 juta dosis vaksin Covid-19 gratis untuk Indonesia. Gavi merupakan bagian dari WHO, yang mana mereka memberikan vaksin Covid-19 yang sifatnya gratis. 

Saat ini, pemerintah telah mengirimkan dua dokumen aplikasi yaitu, Vaccine Request dan Technical Assistance Form kepada Covax yang dilaksanakan pada November dan Desember 2020.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan, akan melakukan pengiriman dokumen tambahan yang ditargetkan pada Januari 2021. Selain itu, pemerintah juga akan menyediakan Cold Chain Equipment atau CTE support request terkait kapasitas teknis penyediaan sistem pendingin vaksin pada yang direncanakan dilakukan pada kuartal I 2021.

Indonesia memang tengah menargetkan vaksin Covid-19 melalui skema Covax. Covax sendiri merupakan kerja sama pengembangan vaksin antara WHO dan Aliansi Vaksin Dunia (GAVI).

 Retno menyebut, pemerintah berupaya mengamankan vaksin Covid-19 dengan track multilateral melalui skema Covax. Pemerintah sudah mengirimkan dua dokumen aplikasi, yaitu Vaccine Request dan Technical Assistant Form.
(lia/sumber:inews.id)