press enter to search

Senin, 25/01/2021 08:37 WIB

Meski Selesai Direnovasi, Masjid Istiqlal Belum Diizinkan Dibuka

Redaksi | Jum'at, 08/01/2021 13:34 WIB
Meski Selesai Direnovasi, Masjid Istiqlal Belum Diizinkan Dibuka Gerbang Masjid Istiqlal Ditutup.

JAKARTA (Aksi.id) -  Presiden Joko Widodo telah meresmikan rampungnya proses renovasi Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat pada Kamis (7/1/2020) sore. Meski renovasi selesai, Masjid Istiqlal belum memprsilahkan masyarakat umum untuk melaksanakan salat berjamaah.
Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta Nasaruddin Umar menuturkan, alasan pihaknya belum kembali mengoperasionalkan Masjid Istiqlal seperti biasa lantaran meneraplan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat.

"Sudah diresmikan renovasinya tapi tidak otomatis bahwa kita ini akan membuka total kegiatan-kegiatan seperti yang sebelumya. Memang yang paling pertama berkembang, sampai sekarang ini kita belum buka karena kita mengikuti protokol kesehatan," kata Nasaruddin ditemui di lokasi, Jumat (8/1/2021).

Dia menjelaskan, meskipun Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian telah mengeluarkan Instruksi Nomor 1 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 yang di salah diktumnya menyebut rumah ibadah dibuka dengan catatan 50 persen jamaah dari kapasitas, pihaknya belum menerapkan. Hal itu dikarenakan kapasitas Masjid Istiqlal terlalu besar.

"Instruksi Mendagri nomor satu tahun 2021 memang ada diktum di stu dimungkinkan rumah ibadah itu dibuka tapi maksimum 50 persen ya kan. Tetapi, 50 persen untuk Masjid Istiqlal, kapasitasnya itu 200 ribu orang, 50 persen dari 200 ribu ribu itu kan 100 ribu," ucapnya.
Pengelola Masjid Istiqlal, sambungnya, belum berani mengambil risiko seperti adanya titik-titik kerumunan. Menurutnya, tempat yang digunakan untuk salat terletak di lantai dua, dan tangga untuk turun ke lantai dasar terbatas, yang oleh karenanya jika dipaksakan dibuka untuk umum akan menjadi masalah.

"Nanti kami akan berhadapan dengan persoalan di titik-titik tertentu ya kan. Misalnya pintu kleuar bersamaan keluar, karena Istiqlal itu kan lantai dua ya kan, dari lantai dua itu membutuhkan tangga turun, sedangkan tangga turunnya itu kan hanya terbatas pada pintu tertentu. Saya bayangkan 50 persen dari total jamaah Masjid Istiqlal turun dari pintu yang bareng itu pasti akan terjadi kerumunan," tuturnya.

Saat ini, Nasaruddin memaparkan memang tetap menggelar Salat Jumat, tetapi masih untuk kalangan internal atau pengurus masjid saja. Menurutnya, mimbar yang digunakan untuk berkutbah pun masih seadaanya. karena masih dilakukan beberapa penyempurnaan.

"Kami belum membuka secara umum Istiqlal itu untuk dipakai untuk salat Jumat dan berjamaah. Memang ada Jumatan yang dilakukan tapi sebatas untuk internal Istiqlal. Ini kan masih ada pekerja masih ada karyawan, nah hanya itu yang dimungkinkan kita untuk menggunakan Jumatan, itu pun juga mimbarnya belum dipakai karena itu masih ada penyempurnaan," ucapnya.

Sebelumnya, renovasi Masjid Istiqlal di Jakarta Pusat yang menghabiskan waktu 14 bulan akhirnya rampung. Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun meresmikan wajah baru masjid tersebut hari ini, Kamis (7/1/2021).

Dalam sambutannya Jokowi mengatakan ini merupakan renovasi pertama Masjid Istiqlal sejak diresmikan 42 tahun lalu. Dia menegaskan renovasi memakan biaya Rp511 miliar dan mengerahkan 1.000 pekerja.

“Dengan mengucap bismillahirrohmanirrohim saya resmikan renovasi Masjid Istiqlal hari ini. Renovasi ini merupakan renovasi pertama sejak 42 tahun yang lalu dan menelan biaya sebesar Rp511 miliar dari APBN,” kata Jokowi di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (7/1/2021). (ds/sumber iNews.id)