press enter to search

Senin, 25/01/2021 07:39 WIB

Kejahatan Seksual: Rentetan Kasus Membelit Harun Yahya yang Divonis Pengadilan Turki 1.075 Tahun

Redaksi | Selasa, 12/01/2021 15:06 WIB
Kejahatan Seksual: Rentetan Kasus Membelit Harun Yahya yang Divonis Pengadilan Turki 1.075 Tahun Harun Yahya dan wanita budak seksnya.

JAKARTA (Aksi.id) - Adnan Oktar alias Harun Yahya dijatuhi hukuman penjara selama 1.075 tahun oleh hakim pengadilan Turki pada Senin (11/1) lalu karena terbukti melakukan kejahatan seksual.

Dalam kasus yang melibatkan Oktar, aparat penegak hukum Turki menangkap 236 tersangka yang diadili. Sebanyak 78 di antaranya ditahan.

Amar putusan hakim menyatakan menjatuhkan vonis 1.075 tahun penjara karena terbukti melakukan kekerasan dan pelecehan seksual terhadap orang di bawah umur. Dia juga terbukti melakukan penipuan dan mencoba memata-matai pemerintah dalam hal politik dan militer.

Jauh sebelum itu, sejak membentuk kelompok pengikut pada akhir 1970-an, Oktar telah menghadapi sejumlah pengadilan atas lebih dari 30 tuduhan.

30 Tuduhan kepada Adnan Oktar

Tuduhan yang ditujukan pada Oktar antara lain mendirikan organisasi kriminal, pelecehan seksual terhadap anak, hubungan seksual dengan anak di bawah umur, penculikan, melanggar undang-undang perpajakan, dan melanggar undang-undang anti-terorisme.

Pada 2008, kantor berita Anatolia melaporkan Oktar dijatuhi hukuman tiga tahun penjara dengan tuduhan membuat organisasi ilegal demi keuntungan pribadi.

Saat itu Oktar telah diadili dengan 17 terdakwa lainnya di pengadilan Istanbul. Vonis dan hukuman itu muncul setelah persidangan dimulai pada 2000 ketika Oktar dan 50 anggota yayasannya ditangkap pada 1999.

Mengutip Reuters, dalam kasus pengadilan itu Oktar didakwa telah menggunakan ancaman untuk keuntungan pribadi dan membuat organisasi dengan tujuan melakukan kejahatan.

Tuduhan itu kemudian dibatalkan, tapi pengadilan lain mengambil alih sehingga menghasilkan Oktar kembali ditangkap pada Juni 2018 setelah kepolisian Turki menyelidiki dugaan kejahatan keuangan yang dilakukan oleh dia dan organisasi yang dibentuknya.

Kemudian pada 2019, polisi kembali menangkap Oktar beserta 168 orang lainnya pada 10 Juli waktu dini hari karena diduga melakukan berbagai kejahatan. Mereka dicurigai memiliki hubungan dengan organisasi yang mirip dengan sekte yang didirikan Oktar.

Dilansir dari Anadolu, mereka dituduh melakukan kejahatan termasuk mendirikan organisasi kriminal, pelecehan seksual terhadap anak, hubungan seksual dengan anak di bawah umur, penculikan, melanggar undang-undang perpajakan, dan melanggar undang-undang anti-terorisme.

Belasan `anak kucing` dipaksa berwajah sama

Pada 2019 silam, Beril Koncagul yang merupakan mantan `anak kucing`, sebulan untuk perempuan pengikut Oktar mengaku jika ia dan belasan perempuan pengikut lainnya dipaksa untuk melakukan operasi plastik agar memiliki wajah yang sama.

Hal itu didasarkan pada pengalaman masa kecil Oktar yang kerap mengunjungi klub malam kumuh di Ankara.

"Orang cabul ini [Oktar] dibesarkan di Ankara. Ketika dia masih muda, dia sering nongkrong di depan klub malam kumuh di sana. Penampilan fisik para wanita klub malam itu tetap ada dalam pikirannya," kata Beril kepada harian Hürriyet pada 10 Februari 2019.

Beril, yang dikenal sebagai "anak kucing favorit" Oktar, termasuk di antara pengikutnya yang dibebaskan dengan syarat setuju untuk bekerja sama dengan pihak penuntut.

Lebih lanjut, Beril mengatakan para wanita tersebut dipaksa melakukan operasi plastik dan berdandan menggunakan kosmetik untuk memberikan visualisasi yang sesuai dengan imajinasi Oktar. Pria berusia 64 tahun itu kemudian muncul di program stasiun TV miliknya yang membahas nilai-nilai Islam sambil sesekali dikelilingi `anak kucing` muda.

"Dia membuat kami terlihat seperti wanita di klub malam kumuh yang dia lihat di masa mudanya. Ada ahli bedah tertentu yang bekerja untuknya. Tidak ada wanita yang diizinkan untuk menolak operasi ini, "tutur Beril.

Penyiksaan dan pemerkosaan terhadap anak dan perempuan

Setelah menghabiskan lebih dari sembilan tahun di "sarang" mewah Oktar di sebuah bukit Istanbul yang menghadap ke Bosphorus, Beril mengatakan jika para `anak kucing` secara rutin disiksa dan diperkosa.

"Saya mencoba melarikan diri lima kali tetapi dia memiliki 60 penjaga bersenjata, ratusan kamera di vila itu. Tidak mungkin melarikan diri, "katanya kepada Hürriyet.

Dia menambahkan ada 17 budak seks lagi yang semuanya diperintahkan untuk melayani Oktar dengan setengah telanjang.

"Dia memukuli kami, mengutuk kami, melecehkan kami, memaksa kami melakukan hubungan seksual. Kami terpaksa memanggilnya `cintaku` apa pun yang dia lakukan," tambahnya.

"Dia juga melecehkan anak-anak. Dia membela bahwa hubungan seksual diperbolehkan setelah siapa pun yang berusia lebih dari tujuh tahun. Dia melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur sambil membuat mereka memakai rok mini," ujarnya.

Pada 2018 lalu, Ceylan Ozgul yang merupakan mantan pengikut Oktar juga pernah mengungkap sejumlah fakta, salah satunya betapa umum pemerkosaan terjadi.

"Organisasi ini penuh kekotoran di dalamnya. Anak-anak berusia tujuh hingga 17 tahun jadi korban pelecehan seksual. Sejumlah gadis berulang kali diperkosa," ujar Ozgul kepada kantor berita Anadolu, sebagaimana dikutip Hurriyet Daily.

Ozgul sendiri bergabung dengan kelompok Harun pada 2006 karena ingin belajar mengenai Islam saat ia masih berkuliah.

"Saya percaya pada mereka dan kemudian saya menyadari saya menjadi sandera. Kalian akan langsung menyadari kekotoran besar yang kami tinggalkan setelah kalian melihat sendiri apa yang mereka lakukan," kata Ozgul.

Dia akhirnya memutuskan untuk kabur dari kelompok pimpinan Harun yang memiliki nama pena Oktar Adnan tersebut pada 2017. (ds/sumber CNNIndonesia.com)