press enter to search

Rabu, 20/01/2021 16:16 WIB

DPR AS akan Melakukan Pemungutan Suara Pemakzulan Trump

Redaksi | Rabu, 13/01/2021 11:51 WIB
DPR AS akan Melakukan Pemungutan Suara Pemakzulan Trump Gedung DPR AS.

WASHINGTON (Aksi.id) - Dewan Perwakilan Rakyat AS sedang mempersiapkan pemungutan suara untuk memakzulkan Presiden Donald Trump minggu ini, setelah peristiwa kekerasan di Gedung Capitol oleh para pendukung presiden menewaskan lima orang.

Wartawan VOA di Kongres, Katherine Gypson, melaporkan pilihan Partai Demokrat untuk menyingkirkan Trump ini dilakukan hanya beberapa hari sebelum masa jabatannya berakhir.

Hanya beberapa hari berlalu setelah pendukung Presiden Trump menyerbu Gedung Capitol AS untuk menghentikan penghitungan suara elektoral yang meresmikan kemenangan Presiden terpilih Joe Biden.

Sebelumnya, pada saat serbuan terjadi pada 6 Januari, para anggota DPR dari Partai Demokrat sempat dievakuasi dari ruang sidang DPR. Namun sekarang mereka bertekad untuk menggulingkan Presiden Donald Trump.

Langkah pertama mereka adalah menyusun resolusi yang menyerukan agar Wakil Presiden Mike Pence dan mayoritas dari Kabinet Trump mendeklarasikan Amandemen ke-25 dalam waktu 24 jam ke depan, yang menyatakan bahwa presiden tidak layak menjabat.

"Jika wakil presiden dan Kabinet tidak bertindak, Kongres bisa bersiap-siap melakukan pemakzulan," kata Nancy Pelosi.

Meskipun para perusuh menyerukan pelaksanaan hukuman gantung terhadap diri Presiden Pence, karena menolak membatalkan hasil pemilu, Pence diperkirakan tidak akan memenuhi tuntutan DPR itu. Sebagai gantinya, DPR akan melakukan pemungutan suara bagi pemakzulan Presiden Trump, dan hal itu bisa dilakukan paling cepat pertengahan minggu ini.

Resolusi pemakzulan itu menuduh Trump menghasut pemberontakan lewat pernyataannya di akun Twitter dan sambutannya di hadapan para pendukungnya sebelum mereka menyerbu Gedung Capitol pada 6 Januari. Kini akun Twitter Trump sudah dicabut oleh penyelenggara Twitter. “Jika kita tidak berjuang keras, kita tidak akan punya negara lagi,” kata Presiden Donald Trump.

Partai Demokrat mengatakan mereka bisa bertindak cepat, meskipun masa jabatan Trump tinggal satu minggu lebih dan Presiden terpilih Joe Biden akan dilantik pada 20 Januari.

Anggota DPR dari Partai Demokrat Ted Lieu mengatakan, “Ini semua tampak jelas, ini adalah hasutan terbuka agar orang menghentikan tugas Kongres untuk mensahkan hasil perhitungan Electoral College.”

Upaya partai Demokrat ini akan menjadikan Trump presiden pertama dalam sejarah AS yang dua kali dimakzulkan.

Paul Berman, dari Fakultas Hukum Universitas George Washington mengatakan, “Seorang presiden yang sedang menjabat menghasut pemberontakan melawan pemerintah Amerika mungkin adalah hal terburuk yang dilakukan seorang presiden. Dan pendapat itu harus diungkapkan. Kedua dan ini sifatnya lebih pragmatis jika dia berhasil dimakzulkan, dan dihukum, hal itu akan mencegahnya mencalonkan diri lagi di masa depan.”

Beberapa anggota DPR dari Partai Republik mendukung tindakan Kongres yang meminta pertanggungjawaban atas tindakan Trump. Anggota DPR Adam Kinzinger adalah salah satu di antaranya. “Saya kira cara terbaik bagi pemulihan negara ini adalah Trump mengundurkan diri. Opsi terbaik berikutnya adalah pelaksanaan Amandemen ke-25," kata Adam Kinzinger.

Tetapi Partai Demokrat sudah memiliki cukup suara untuk pemakzulan,mereka mungkin akan menunggu untuk mengirim pasal pemakzulan itu ke Senat AS tahun ini. Sidang pemakzulan akan menghentikan semua urusan Senat lainnya dan menghambat program Presiden Joe Biden pada 100 hari pertama masa jabatannya di mana Partai Demokrat menguasai kedua lembaga legislatif AS, yakni DPR dan Senat. (ds/sumber VOA Indonesia)