press enter to search

Senin, 08/03/2021 06:36 WIB

Laporan Kongres AS Sebut Kemungkinan Terjadi Genosida Muslim Uighur di Xinjiang

Redaksi | Jum'at, 15/01/2021 08:27 WIB
Laporan Kongres AS Sebut Kemungkinan Terjadi Genosida Muslim Uighur di Xinjiang

WASHINGTON (Aksi.id) - Kongres Amerika Serikat dalam laporannya, Kamis (14/1/2021), menyebut China mungkin telah melakukan genosida terhadap etnis Uighur serta kelompok minoritas muslim lainnya di Xinjiang.

Komisi Eksekutif Kongres untuk China (CECC), terdiri dari politisi Partai Republik dan Demokrat, mengungkap bukti-bukti baru yang terjadi dalam setahun terakhir mengenai kejahatan terhadap kemanusiaan dan kemungkinan genosida sedang terjadi di Xinjiang. Kongres juga menuduh China melecehkan warga Uighur yang tinggal di AS.

Laporan CECC menyerukan kepada pemerintah AS untuk memastikan kejahatan sedang terjadi di Xinjiang. Pemerintah AS perlu melakukan sesuatu dalam waktu 90 hari sejak undang-undang terkait kejahatan di Xinjiang disahkan pada 27 Desember lalu.

Ketua bersama CECC dari Demokrat Jim McGovern menyebut pelanggaran HAM yang dilakukan China di Xinjiang pada tahun lalu mengejutkan dan belum pernah terjadi sebelumnya. Dia mendesak Kongres dan pemerintahan AS yang akan datang di bawah Joe Biden untuk meminta pertanggungjawaban negeri Tirai Bambu.

"Amerika Serikat harus terus berdiri bersama rakyat China dan memimpin dunia untuk merespons, dalam persatuan dan terkoordinasi, terhadap pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan pemerintah China," katanya, dikutip dari Reuters, Jumat (15/1/2021)

Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, di masa akhir jabatannya sebelum pelantikan Joe Biden, mempertimbangkan langkah baru untuk menekan China soal Uighur. Namun karena gejolak di Washington DC, para pejabat departemen luar negeri mengatakan tampaknya tak ada pengumuman yang akan disampaikan.

Semasa pemerintahan Donald Trump, hubungan AS dan China jatuh ke level terendah terkait isu HAM, pandemi virus corona, perdagangan, dan spionase.

Para ahli mengatakan, keputusan AS menyebut terjadi genosida terhadap muslim Uighur akan sangat memalukan bagi China selaku anggota tetap Dewan Keamanan PBB.

China telah lama dikecam terkait pendirian kamp untuk menampung jutaan muslim Xinjiang dengan dalih pendidikan serta membasmi ekstremis.

Semasa pemerintahan Donald Trump, hubungan AS dan China jatuh ke level terendah terkait isu HAM, pandemi virus corona, perdagangan, dan spionase.

Para ahli mengatakan, keputusan AS menyebut terjadi genosida terhadap muslim uighur akan sangat memalukan bagi China selaku anggota tetap Dewan Keamanan PBB.

China telah lama dikecam terkait pendirian kamp untuk menampung jutaan muslim Xinjiang dengan dalih pendidikan serta membasmi ekstremisme.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut, setidaknya 1 juta etnis Uighur dan lainnya ditahan di kamp-kamp Xinjiang. Para pemimpin agama, aktivis HAM, dan lainnya juga menyebut telah terjadi genisda di Xinjiang.

Sementara itu China berkali-kali menyangkal tuduhan itu. Mengomentari laporan Kongres, Kedutaan Besar China di Washington mengatakan CECC terobsesi membuat bebagai kebohongan untuk menjelekkan negaranya.

"Apa yang disebut `genosida` adalah rumor yang sengaja dimulai oleh beberapa kelompok anti-China dan lelucon untuk mendiskreditkan China," kata seorang juru bicara kedubes.  (ny/Sumber:iNews.id)