press enter to search

Senin, 08/03/2021 23:18 WIB

Kota Bekasi Vaksinasi Sinovac Hari Ini, Orang Pertama Wali Kota Bekasi

Fahmi | Jum'at, 15/01/2021 15:47 WIB
Kota Bekasi Vaksinasi Sinovac Hari Ini, Orang Pertama Wali Kota Bekasi Vaksinasi sinovac pertama di Kota Bekasi, Jawa Barat.

BEKASI (Aksi.id) - Sejumlah pejabat utama di lingkungan pemerintah Kota Bekasi disuntik perdana vaksin COVID-19 buatan perusahaan biofarmasi asal China, Sinovac, di Rumah Sakit Darurat (RSD) Stadion Patriot Chandrabaga, Kota Bekasi, pada Jumat (15/1/2021).

Ada lima orang yang menerima vaksin pertama selain Rahmat Effendi, yaitu Komandan Kodim 0507 Bekasi Letnan Kolonel Iwan Aprianto, Kapolres Metro Bekasi Kota Komisaris Besar Aloysius Suprijadi, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Tanti Rohilawati, dan Direktur Utama RSUD Kota Bekasi Kusnanto Saidi.

Rahmat menuturkan, disuntik vaksin tidak sakit dan dia juga mengimbau agar masyarakat tidak perlu takut untuk divaksi.

"Rasanya kalau digigit semut itu lebih sakit digigit semut, ketika diambil sampel darah itu lebih sakit. Jadi biasa saja, jadi lebih adem begitu," kata Efendi di lokasi, Jumat (15/1/2021).

Sementara Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto batal disuntik karena tensi gulanya sedang tinggi. "Nanti akan diulang lagi untuk penyuntikan kedua itu pada tanggal 29," kata Wali Kota Bekasi itu.

Proses tahapan vaksinasi di lokasi melalui beberaapa meja, pendaftaran, meja II pemeriksaan kesehatan, meja III valsinasi, dan meja IV pencatatan dan observasi.

Pria yang akrab disapa Kang Pepen ini juga mengimbau masyarakat agar tidak perlu takut untuk divaksin.

"Saya kita masyarakat Kota Bekasi tidak perlu takut karena lebih baik divaksin, ketimbang kita was-was menunggu hasil swab dinyatakan positif. Jadi kalau ini 65% kalau tidak salah dari uji klinis lab, artinya sudah ada kesiapan antibodi di tubuh kita," katanya.

Pemerintah Kota Bekasi telah menerima 14.186 vaksin dari pemerintah pusat pada Selasa (12/1/2021). Vaksin Sinovac buatan China itu siap disuntikkan kepada penerima vaksinasi pada bulan ini.

Pemerintah daerah telah menetapkan sebanyak 120 fasilitas layanan kesehatan sebagai tempat vaksinasi. Diantaranya 46 rumah sakit, 42 pusat kesehatan masyarakat dan 32 klinik. Adapun sasaran pertama setelah pejabat pemerintah adalah para tenaga kesehatan. Pada proses selanjutnya sasaran akan kepada masyarakat kelompok usia 18-59 tahun yang tidak memiliki kormobit. (Fahmi)

Artikel Terkait :

-